Jakarta

Alhamdulillah, Mensos Gus Ipul Pastikan Bansos PKH dan Bantuan Sembako Sudah Cair Bulan Ini, Jaga Daya Beli Masyarakat Selama Ramadhan

M Rahman Akurat | 22 Februari 2026, 10:13 WIB
Alhamdulillah, Mensos Gus Ipul Pastikan Bansos PKH dan Bantuan Sembako Sudah Cair Bulan Ini,  Jaga Daya Beli Masyarakat Selama Ramadhan

AKURAT JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan bahwa penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sembako telah berjalan secara bertahap di bulan Ramadhan ini.

Program jaring pengaman sosial ini disalurkan di bulan Ramadhan untuk menjaga daya beli masyarakat di bulan puasa.

Hingga triwulan pertama tahun 2026, realisasi penyaluran bansos secara nasional dilaporkan telah melampaui angka 85 persen dengan total nilai mencapai lebih dari Rp 15 triliun.

Baca Juga: Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Arsenal di Premier League, 22 Februari 2026: Derby London Utara Penentu Arah Musim

Gus Ipul menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan target sasaran yang luas untuk tahun ini. Untuk PKH, telah dialokasikan untuk 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Sedangkan untuk Bantuan Sembako, telah disalurkan menyasar 18.250.000 KPM di seluruh Indonesia.

"Penyaluran ini diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya umat Islam, agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang, nyaman, dan bermartabat," ujar Gus Ipul dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).

Berdasarkan data periode Januari–Maret 2026, distribusi bantuan menunjukkan progres yang signifikan. Bansos PKH telah didistribusikan kepada 8.940.958 KPM dengan nilai lebih dari Rp 6 triliun atau mencapai 89,4%.

Sedangkan untuk Bantuan Sembako, telah diterima oleh lebih dari 15 juta KPM dengan total nilai di atas Rp 9 triliun atau setara 86,9%.

Seluruh bantuan tersebut disalurkan melalui mekanisme perbankan lewat Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan BSI.

Baca Juga: Waspada! BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Bakal Landa Jabodetabek pada Minggu Hari Ini dan Besok

Meskipun penyaluran sudah hampir menyeluruh, Gus Ipul mengakui masih ada sebagian penerima yang menunggu proses pencairan. Hal ini disebabkan oleh pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Tercatat ada sekitar 1 juta penerima baru PKH dan 2 juta penerima baru Bantuan Sembako yang saat ini tengah dalam tahap administrasi.

“Setiap triwulan ada penerima baru hasil pemutakhiran data. Sebagian besar belum memiliki rekening, sehingga perlu proses Burekol (Pembukaan Rekening Kolektif) yang memakan waktu satu hingga dua bulan,” jelasnya.

Bagi penerima yang berada di wilayah sulit atau belum memiliki akses perbankan, Kemensos tengah menyiapkan distribusi kartu dan koordinasi dengan PT Pos Indonesia untuk memastikan bantuan tetap sampai ke tangan yang berhak.

Khusus untuk wilayah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Kemensos telah menyalurkan Rp1,8 triliun kepada 1,7 juta KPM. Penyaluran tersebut ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir Februari 2026.

Baca Juga: Tanpa Obat, Ini 5 Kebiasaan Sederhana untuk Cegah Diabetes

Selain bansos reguler, Kemensos juga menyiapkan bansos adaptif untuk penanganan pascabencana.

Bantuan umum tersebut meliputi logistik, dapur, santunan kematian dan luka, jaminan hidup (jadup), serta bantuan pemulihan sosial ekonomi bagi masyarakat terdampak.

Total anggaran bansos adaptif yang dijual mencapai lebih dari Rp 2 triliun. Sementara anggaran kedaruratan hampir Rp100 miliar telah tersalurkan.

Rinciannya, santunan ahli waris sebesar Rp14,8 miliar bagi 990 jiwa (Rp15 juta per jiwa), bantuan isi perumahan Rp98,7 miliar untuk 32,9 ribu kepala keluarga (Rp3 juta per keluarga), serta jadup Rp25,8 miliar untuk 19,1 ribu jiwa.

Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada satu data nasional BNPB.

Baca Juga: Ingat! Pendaftaran Mudik Gratis Pemprov DKI 2026 Resmi Dibuka Mulai Hari Ini, Buruan Daftar Online Karena Kuota Terbatas

Data korban diusulkan kepala daerah secara by name by address (BNBA), kemudian ditetapkan dalam daftar nominatif dengan persetujuan Muspida, divalidasi, dan izin oleh Menteri Dalam Negeri sebelum bantuan dicairkan oleh Kemensos.

“Dari total lebih Rp2 triliun, sekitar Rp600 miliar sudah tersedia di rekening dan siap disalurkan. Sisanya masih dalam proses Pengajuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT),” pungkas Gus Ipul. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.