Waspada! 41 Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia Obat, Ini Bahayanya Buat Kamu

AKURAT JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap puluhan produk obat bahan alam (OBA) terbukti mengandung bahan kimia obat (BKO) yang seharusnya hanya boleh digunakan dengan resep serta pengawasan tenaga medis.
Seluruh produk itu dinyatakan ilegal karena tidak memiliki izin edar resmi atau menggunakan nomor izin palsu.
Dalam dua bulan terakhir, BPOM melakukan penelusuran menyeluruh ke fasilitas produksi hingga jalur distribusi.
Baca Juga: Jangan Kebanyakan! 6 Risiko Tersembunyi dari Mentimun
Total 2.923 sampel produk OBA, obat kuasi, dan suplemen kesehatan diuji di berbagai daerah.
Hasilnya, pada November 2025 ditemukan 32 produk bermasalah dari 1.087 sampel, sedangkan Desember 2025 terdeteksi 9 produk dari 1.836 sampel.
Jika dihitung sepanjang Januari hingga Desember 2025, BPOM telah menguji 11.654 produk dan menemukan 206 produk positif mengandung BKO.
Baca Juga: Jangan Asal Taruh Kulkas! Inilah 7 Cara Simpan Tahu Putih agar Tahan Lama
Zat kimia yang dicampurkan pun beragam dan berisiko tinggi.
Pada produk stamina pria, misalnya, ditemukan kandungan sildenafil, tadalafil, hingga yohimbin.
Produk pegal linu terdeteksi mengandung parasetamol, deksametason, natrium diklofenak, serta ibuprofen.
Baca Juga: Bukan Sekadar Barongsai, PIK Sulap Imlek Jadi Festival Terbesar Tepi Laut
Sementara produk pelangsing mengandung sibutramin dan bisakodil, produk penggemuk badan dicampur siproheptadin dan deksametason, serta produk klaim diabetes mengandung glibenklamid.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan penggunaan bahan kimia obat dalam jamu atau obat tradisional sangat dilarang karena berisiko bagi kesehatan.
“Temuan produk berbahaya ini sangat mengkhawatirkan. Produk yang diklaim sebagai jamu atau obat tradisional ternyata mengandung zat aktif obat yang penggunaannya harus di bawah pengawasan medis. Ini merupakan pelanggaran hukum sekaligus ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat,” ujarnya dikutip dalam pernyataan resmi, Jumat (13/2/2026).
Baca Juga: Liburan Batal Mendadak? Begini Cara Refund Tiket Kereta Api Tanpa Ribet
BPOM menjelaskan, setiap zat memiliki dampak serius bila dikonsumsi sembarangan.
Sildenafil bisa memicu gangguan penglihatan hingga serangan jantung, deksametason berpotensi menyebabkan osteoporosis dan gangguan mental, sedangkan parasetamol dosis tinggi dapat merusak hati.
Sibutramin pun diketahui meningkatkan tekanan darah dan detak jantung.
Baca Juga: Waspadai Makanan Minyak Berlebih, Ancaman Tersembunyi bagi Metabolisme dan Asam Urat
Paparan BKO secara umum dapat menyebabkan gangguan jantung, kerusakan ginjal dan hati, turunnya imunitas, bahkan kematian.
Sebagai tindak lanjut, BPOM melakukan penertiban fasilitas produksi dan distribusi, menarik serta memusnahkan produk, hingga mencabut izin edar.
Jika ada unsur pidana, pelaku usaha terancam hukuman penjara maksimal 12 tahun atau denda hingga Rp5 miliar.
Baca Juga: Biji Mahoni, Herbal Pahit dengan Potensi Manis bagi Kesehatan
BPOM juga menerima laporan dari jejaring ASEAN Pharmaceutical and Medical Devices Alert System.
Beberapa negara tetangga turut menemukan produk serupa, termasuk yang berasal dari Indonesia.
Hal ini menunjukkan pengawasan perlu diperkuat lintas batas.
Baca Juga: Akar Alang-Alang, Herbal Tradisional untuk Dukung Kesehatan Saluran Kemih
Kamu pun diimbau menerapkan prinsip Cek KLIK: cek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa sebelum membeli.
Jika menemukan produk mencurigakan, segera laporkan melalui HALOBPOM 1500533 atau kanal resmi lainnya.
“Masyarakat adalah garda terdepan dalam menjaga kesehatan. Jangan tergoda klaim instan yang tidak masuk akal,” tegas Taruna. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 2Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 3Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 4Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 5Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 6Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di La Liga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Rekor Buruk?
- 7Prediksi Skor Augsburg vs Bayern Munich di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Akankah Tuan Rumah kembali Kejutkan Die Roten?
- 8Prediksi Skor Paderborn vs Stuttgart di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Home Deluxe Arena
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






