Jangan Langsung Menyesal Menunda Alarm Berbunyi karena Ternyata Ada Manfaat Tak Terduga

AKURAT JAKARTA - Selama ini, tombol tunda alarm kerap dicap sebagai musuh produktivitas.
Kamu mungkin berpikir tambahan lima atau sepuluh menit hanya membuat tubuh semakin malas bangun.
Padahal, penelitian terbaru justru mengungkap bahwa sedikit waktu ekstra itu bisa membantu otak beradaptasi lebih halus saat berpindah dari tidur ke kondisi sadar.
Baca Juga: PIK Sulap Imlek 2026 Jadi Festival Budaya Raksasa, Wajib Kamu Datangi
Berdasarkan data dari 21.000 pengguna aplikasi Sleep Cycle di berbagai negara, kebiasaan ini ternyata sangat umum.
Lebih dari separuh responden mengaku menunda alarm dua sampai tiga kali setiap pagi sebelum akhirnya benar-benar bangun dari tempat tidur.
Artinya, kamu tidak sendirian jika sering melakukan hal tersebut.
Baca Juga: Awal Puasa Tetap Kerja, Tapi Lebaran Liburnya Panjang! Cek Jadwal Lengkapnya
Selama bertahun-tahun, kalangan medis memperingatkan bahwa interupsi alarm dapat merusak fase tidur REM (Rapid Eye Movement).
Fase ini penting karena berperan dalam pengolahan emosi, pembentukan memori, serta pemulihan mental.
Teori lama menyebutkan tidur yang terputus-putus akan membuat seseorang bangun dalam kondisi lebih lelah dan kurang fokus.
Baca Juga: Terkuak, Sejarah Penamaan Virus Nipah dari Desa di Malaysia Bukan India
Namun, pandangan itu mulai berubah. Dr Cathy Goldstein, ahli saraf dari Universitas Michigan, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa belum ada bukti kuat yang menunjukkan kehilangan beberapa menit tidur REM di pagi hari berdampak serius terhadap fungsi otak.
Justru, tambahan waktu singkat itu bisa membantu tubuh bangun secara bertahap sehingga kamu tidak merasa “kaget” saat alarm pertama berbunyi.
Meski begitu, para ahli tetap mengingatkan agar kamu tidak menyalahgunakan fitur ini.
Baca Juga: Catat Tanggalnya! Deretan Libur Panjang 2026 Siap Bikin Kamu Traveling
Menunda alarm sesekali masih tergolong aman, tetapi jika dilakukan berulang kali karena begadang atau kurang tidur, itu menjadi tanda masalah lain.
Ketidakteraturan jadwal tidur dinilai jauh lebih berbahaya dibanding sekadar menekan snooze.
Shelby Harris, profesor madya di Albert Einstein College of Medicine, New York, bahkan menggambarkan fungsi tersebut sebagai alat bantu sementara.
Baca Juga: Mengenal Perbedaan Bunga Bangkai dan Rafflesia, Dua Raksasa Flora Indonesia
"Banyak orang dengan apnea tidur atau yang terlalu sering menggunakan obat penenang sering mengandalkan fungsi tunda alarm untuk mengimbangi kekurangan energi mereka," kata Harris.
Menurutnya, ketergantungan pada tombol tunda bukan akar masalah, melainkan sinyal adanya gangguan tidur atau kondisi kesehatan tertentu.
Jadi, daripada menyalahkan snooze, kamu sebaiknya memperbaiki pola istirahat secara menyeluruh.
Baca Juga: Mengenal Rumput Teki, Gulma Bandel yang Menyimpan Khasiat Herbal
Untuk menjaga kesehatan otak dan tubuh, para pakar menyarankan beberapa langkah sederhana: atur alarm pada waktu bangun paling realistis, pertahankan jam tidur yang konsisten setiap malam, serta hindari menjadikan snooze sebagai pelarian dari kelelahan kronis.
Dengan ritme tidur teratur, kamu bisa bangun lebih segar, fokus meningkat, dan aktivitas harian terasa lebih ringan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Torino vs Udinese di Serie A, 13 Oktober 2026: Mampukah Granata Bangkit di Kandang?
- 2Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Premier League, 13 Oktober 2026: Mampukah The Sky Blues Menghentikan Dominasi The Magpies?
- 3Prediksi Skor Levante vs Sevilla di La Liga, 13 Oktober 2026: Duel Dua Tim Terluka di Ciudad de Valencia
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 5Prediksi Skor Atalanta vs Venezia di Serie A, 12 Oktober 2026: Mampukah La Dea Mengakhiri Tren Negatif?
- 6Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 8Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





