Studi: Olahraga Saja Tak Cukup Tebus Dampak Buruk Duduk Terlalu Lama

AKURAT JAKARTA — Kebiasaan duduk durasi lama berdampak buruk bagi kesehatan. Dan anggapan rutin berolahraga tebus efek negatif ternyata tidak sepenuhnya benar.
Temuan terbaru menunjukkan bahwa aktivitas fisik saja belum cukup menghilangkan risiko penyakit jantung akibat terlalu banyak duduk.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology mengungkapkan bahwa aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat sesuai rekomendasi mingguan belum tentu mampu menghapus seluruh risiko kardiovaskular.
Baca Juga: Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Terkait Dugaan Hoaks
Penelitian ini menganalisis data lebih dari 89.500 peserta dari UK Biobank dengan masa pemantauan hampir satu dekade.
Hasil riset menunjukkan, semakin lama seseorang duduk, semakin tinggi risiko mengalami gangguan seperti fibrilasi atrium, serangan jantung, hingga gagal jantung.
Bahkan, mereka yang duduk lebih dari 10,6 jam per hari (di luar waktu tidur) memiliki risiko hingga 60 persen lebih tinggi mengalami gagal jantung atau kematian akibat penyakit jantung.
Meski demikian, olahraga tetap memberikan manfaat nyata. Risiko fibrilasi atrium dan serangan jantung terbukti dapat ditekan jika seseorang aktif bergerak setidaknya 150 menit per minggu.
Namun, khusus untuk risiko gagal jantung dan kematian kardiovaskular, olahraga rutin saja dinilai belum cukup jika sisa waktu dalam sehari habis dalam posisi duduk.
Ahli jantung Rigved Tadwalkar menjelaskan, kurangnya pergerakan dapat memperlambat sirkulasi darah, melemahkan otot jantung, serta memicu resistensi insulin dan tekanan darah tinggi.
"Orang yang rutin berolahraga pun tetap berisiko jika sebagian besar harinya dihabiskan dengan duduk," tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, ahli medis Ragavendra Baliga menyarankan masyarakat untuk membatasi waktu duduk di bawah ambang batas 10,6 jam per hari.
Para pakar menekankan pentingnya aktivitas ringan di sela-sela waktu duduk, seperti berdiri sejenak, menggunakan tangga, atau berjalan kaki di tengah rutinitas kerja.
Organisasi kesehatan seperti American Heart Association juga terus mengimbau masyarakat untuk mengurangi durasi duduk statis.
Menjaga tubuh tetap bergerak secara konsisten sepanjang hari, bukan hanya saat berolahraga, menjadi kunci krusial dalam melindungi kesehatan jantung jangka panjang.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Torino vs Udinese di Serie A, 13 Oktober 2026: Mampukah Granata Bangkit di Kandang?
- 2Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Premier League, 13 Oktober 2026: Mampukah The Sky Blues Menghentikan Dominasi The Magpies?
- 3Prediksi Skor Levante vs Sevilla di La Liga, 13 Oktober 2026: Duel Dua Tim Terluka di Ciudad de Valencia
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 5Prediksi Skor Atalanta vs Venezia di Serie A, 12 Oktober 2026: Mampukah La Dea Mengakhiri Tren Negatif?
- 6Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 8Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

