Waduh! Jakarta Duduki Peringkat 2 Kota Paling Berpolusi di Dunia Pagi Ini

AKURAT JAKARTA – Kualitas udara di Ibu Kota DKI Jakarta kembali menunjukkan tren mengkhawatirkan.
Pada Kamis pagi, udara Jakarta resmi masuk dalam kategori tidak sehat, sekaligus menempatkan kota metropolitan ini di peringkat kedua sebagai kota dengan polusi udara terburuk di dunia.
Berdasarkan data dari situs pemantau kualitas udara, IQAir, pada pukul 05.50 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta menyentuh angka 174.
Polusi udara ini didominasi oleh partikel halus PM2.5 dengan nilai konsentrasi mencapai 80 mikrogram per meter kubik.
Angka tersebut menunjukkan bahwa tingkat pencemaran udara saat ini sudah sangat merugikan, terutama bagi masyarakat yang masuk dalam kelompok sensitif.
Selain berdampak pada kesehatan manusia, paparan polusi di tingkat ini juga berpotensi merugikan kelompok hewan yang sensitif, mengganggu pertumbuhan tanaman, hingga menurunkan nilai estetika lingkungan.
Merespons kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk membatasi dan menghindari aktivitas fisik di luar ruangan.
Jika terpaksa harus keluar rumah, warga sangat disarankan mengenakan masker pelindung.
Selain itu, menutup jendela rumah menjadi langkah protektif yang dianjurkan guna menghalau masuknya udara kotor ke dalam ruangan.
Sebagai perbandingan global pada waktu yang sama, posisi pertama kota terpolusi di dunia ditempati oleh Kinshasa (Republik Demokratik Kongo) dengan indeks 204.
Sementara itu, posisi ketiga hingga kelima secara berurutan diduduki oleh Dubai (Uni Emirat Arab) di angka 151, Kolkata (India) di angka 135, dan Doha (Qatar) di angka 132.
Standar Kategori Kualitas Udara
Sebagai panduan, ambang batas kualitas udara berdasarkan rentang PM2.5 terbagi menjadi beberapa kategori:
Baik (0-50): Tidak memberikan efek negatif bagi kesehatan makhluk hidup, bangunan, maupun estetika.
Sedang (51-100): Tidak berdampak pada kesehatan manusia atau hewan, tetapi mulai berpengaruh pada tumbuhan sensitif.
Sangat Tidak Sehat (200-299): Kualitas udara dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.
Berbahaya (300-500): Tingkat polusi ekstrem yang secara umum memicu risiko gangguan kesehatan serius pada populasi luas. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di UNL, 27 September 2026: Mampukah The Falcons Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





