Kenali 8 Penyebab Rambut Rontok Ini, Sebelum Terjadi Kebotakan
Afriadi B | 5 Mei 2023, 10:40 WIB

AKURAT.CO - Rambut adalah mahkota. Rambut rontok yang menyebabkan kebotakan, seringkali jadi masalah. Apalagi bagi kaum hama.
Memiliki rambut indah adalah dambaan semua orang. Namun seringkali kita terganggu dengan kondisi rambut yang rontok.
Normalnya, dari sekitar seratus ribu rambut yang ada, ia akan rontok sebanyak 50 hingga 100 helai setiap hari. Ini terjadi karena adanya pergantian dengan rambut baru.
Jika jumlahnya lebih dari itu, ada kemungkinan kepala akan mengalami kebotakan. Tentu saja, kondisi ini dapat mengganggu penampilan.
Kerontokan ini dapat terjadi pada siapa pun tanpa memandang umur dan gender. Namun lebih sering terjadi pada orang dewasa.
Ada kalanya kerontokan terjadi secara sementara. Namun banyak juga bisa bersifat permanen. Maka dari itu, penting untuk mengetahui gejala dan penyebabnya.
Beberapa penyebab rambut rontok adalah:
1. Faktor keturunan
Secara genetik, kerontokan rambut dapat diturunkan dari orang tua ke anaknya. Gen ini membuat rambut-rambut baru tumbuh lebih tipis dari sebelumnya.
Rambut akan terus mengalami kerontokan dan lama-lama folikel rambut akan terus mengecil sehingga akhirnya rambut berhenti tumbuh.
2. Adanya penyakit
Penyakit juga menjadi sebuah faktor yang menyebabkan rambut rontok. Terutama di kulit kepala, penyakit seperti folikulitis dapat memunculkan peradangan.
Fokulitis disebabkan oleh adanya infeksi bakteri atau jamur di kulit kepala yang menyebabkan gatal dan perih.
Selain itu ada penyakit Tinea capitis yang disebabkan oleh infeksi jamur. Penyakit ini dicirikan dengan adanya benjolan dan bercak hitam serta terasa bersisik di kepala.
Penyakit lain seperti autoimun, psoriasis, dan hipotiroidisme pun dapat berpengaruh kepada kerontokan rambut.
3. Obat-obatan dan kemoterapi
Penggunaan obat-obatan dapat menjadi penyebab rontoknya rambut. Biasanya obat-obatan yang digunakan untuk kanker, depresi, masalah jantung, dan asam urat memiliki efek samping ini.
Selain itu, terapi medis seperti kemoterapi juga dapat menyebabkan kerontokan. Radiasi karena terapi tersebut mungkin akan membuat rambut tidak tumbuh lagi seperti awalnya.
4. Kondisi psikologis
Berbagai kondisi psikologis berpengaruh ke pertumbuhan rambut. Kondisi tersebut termasuk stres berat dan trauma emosional.
Saat otak mengalami stres, kepala akan berhenti menumbuhkan rambut baru, sehingga volume rambut rontok akan lebih banyak dari pada rambut tumbuh.
5. Kekurangan Gizi
Gizi sangat penting untuk pertumbuhan tubuh, termasuk rambut. Rambut terdiri dari protein sebagai zat pembangun utamanya.
Saat tubuh kekurangan asupan protein, rambut akan lebih lambat dalam pertumbuhannya. Rambut juga ikut melemah dan mudah rusak.
6. Anemia
Tidak hanya protein, zat besi juiga diperlukan untuk menyokong pertumbuhan rambut. Jika kurang, rambut dapat menipis dan mudah patah.
Karenanya, penderita anemia, yang biasanya kekurangan zat ini, sering kali mengalami kerontokan rambut.
7. Perubahan hormon
Saat mengalami kehamilan, menopause, dan masalah hormonal lainnya, rambut juga dapat ikut rontok.
Hal ini disebabkan karena adanya ketidakseimbangan dan perubahan antara hormon estrogen dan progesteron yang juga mempengaruhi pertumbuhan rambut.
8. Rambut rusak akibat penataan
Jika sering memakai catokan, hairdryer panas, dan curler, rambut akan menjadi cepat rusak yang bisa berakibat ke kerontokan.
Apalagi jika tidak memakai heat resistant, suhu panas dari alat-alat tersebut akan mengurangi kelembapan yang ada di rambut.
Maka dari itu, biasanya orang yang sering mencatok memiliki rambut kering dan bercabang yang tidak terlihat sehat.
Yang juga sering tidak disadari adalah mengikat rambut terlalu kencang. Kebiasaan ini membuat kulit kepala trauma dan rambut akhirnya rontok. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



