IDAI Minta Indonesia Siaga Hadapi Potensi Penyebaran Influenza A dari Negara Tetangga

AKURAT JAKARTA — Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan flu, menyusul tingginya lonjakan kasus influenza.
Kasus influenza tipe A belakangan sedang meningkat di sejumlah negara kawasan Organisasi Kesehatan Dunia wilayah Pasifik Barat (WHO WPRO).
Laporan terbaru hingga 10 September 2026 mencatat adanya tren kenaikan signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof. DR. Dr. Anggraini Alam, menyebutkan bahwa kenaikan kasus terlihat di beberapa negara tetangga Indonesia seperti Malaysia, Vietnam, Filipina, hingga Singapura.
"Jika dibandingkan September 2026 dengan September 2025, memang terdapat peningkatan kasus influenza di wilayah WHO WPRO. Peningkatan tersebut terlihat di sejumlah negara dan perlu menjadi perhatian untuk mengantisipasi risiko penularan lebih lanjut," ujar Anggraini dalam konferensi pers daring pada Jumat (18/9/2026).
Singapura menjadi salah satu negara di kawasan Pasifik Barat dengan grafik kenaikan kasus paling drastis, sehingga memerlukan perhatian khusus dari Indonesia demi meminimalkan risiko potensi penyebaran.
"Yang sangat meningkat di area WHO WPRO itu adalah Singapura. Ini tentunya bisa berisiko mengalami peningkatan kasus," tegasnya.
Meski demikian, data domestik menunjukkan bahwa angka kasus influenza di Indonesia hingga pertengahan September 2026 ini belum mengalami lonjakan yang mengkhawatirkan jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Kendati demikian, Anggraini mengingatkan bahwa ancaman penularan tetap nyata mengingat tingginya lalu lintas dan mobilitas internasional masyarakat Indonesia ke negara-negara tetangga tersebut.
"Indonesia sendiri, berdasarkan data, tidak menunjukkan lonjakan tinggi kasus influenza pada September 2026 dibandingkan periode tahun lalu. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan karena mobilitas masyarakat Indonesia ke negara-negara kawasan WPRO cukup tinggi. Peningkatan kasus di negara sekitar Indonesia perlu diantisipasi, terutama akibat tingginya mobilitas internasional masyarakat," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AS Monaco vs RC Lens di Ligue 1, 19 September 2026: Mampukah Les Monegasques Pertahankan Tren Positif?
- 2Prediksi Skor Espanyol vs Elche di La Liga, 19 September 2026: Misi Los Pericos Bangkit di Kandang
- 3Prediksi Skor Monza vs Sassuolo di Serie A, 19 September 2026: Mampukah Biancorossi Hentikan Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Bayern Munich vs Union Berlin di Bundesliga, 19 September 2026: Mampukah Die Eisernen Tahan Gempuran Tuan Rumah?
- 5Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Premier League, 19 September 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 6Prediksi Skor Osasuna vs Rayo Vallecano di La Liga, 19 September 2026: Duel Dua Tim dengan Tujuh Poin di El Sadar
- 7Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 8Prediksi Skor Bologna vs Torino di Serie A, Sabtu, 19 September 2026: Mampukah Raffaele Palladino Bawa Efek Instan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




