Sejarah Kue Nastar Lebaran yang Jarang Diketahui, Ternyata Bukan Asli Indonesia!

AKURAT JAKARTA - Kue nastar telah lama menjadi sajian wajib saat perayaan Lebaran di Indonesia.
Kehadirannya di meja tamu hampir tidak tergantikan, dengan cita rasa manis dan sedikit asam dari selai nanas yang disukai banyak orang.
Namun, di balik kepopulerannya, nastar ternyata memiliki sejarah panjang yang berasal dari luar Indonesia.
Baca Juga: 7 Makanan Khas Lebaran yang Selalu Dirindukan, Ada Favoritmu?
Tradisi menyajikan kue kering saat hari raya sendiri merupakan pengaruh budaya Belanda yang masuk ke Indonesia pada masa kolonial.
Kebiasaan ini kemudian diadopsi oleh masyarakat lokal dan berkembang menjadi bagian dari tradisi Lebaran yang masih bertahan hingga sekarang.
Secara etimologi, nama “nastar” berasal dari bahasa Belanda, yaitu ananas yang berarti nanas dan taart yang berarti kue tart atau pai.
Baca Juga: 6 Cara Praktis Menyimpan Jipang agar Awet dan Tidak Menghitam
Seiring waktu, penyebutannya disederhanakan menjadi “nastar”, yang kini dikenal sebagai kue kering dengan isian selai nanas.
Pada awalnya, kue ini merupakan adaptasi dari pai khas Belanda yang biasanya diisi dengan berbagai selai buah seperti blueberry, apel, atau stroberi.
Saat bangsa Belanda datang ke Indonesia, mereka membawa resep tersebut.
Baca Juga: 4 Cara Mengatasi Bayi Rewel di Pesawat, Ternyata Ini Penyebab yang Sering Terjadi!
Namun, kondisi alam tropis membuat beberapa bahan sulit ditemukan.
Sebagai alternatif, masyarakat Indonesia mengganti isian tersebut dengan nanas yang lebih mudah didapat.
Buah ini memiliki rasa asam yang mirip dengan bahan asli, sehingga tetap menghasilkan cita rasa yang seimbang.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Hotel Terbaik di Jakarta Pusat untuk Staycation
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






