Jakarta

Tiket Sudah Dibeli, Harga Avtur Melonjak: Dilema Maskapai Berbiaya Rendah Seperti AirAsia

Anggerhana Denni Rahmawati | 29 September 2026, 12:30 WIB
Tiket Sudah Dibeli, Harga Avtur Melonjak: Dilema Maskapai Berbiaya Rendah Seperti AirAsia
Harga avtur naik, AirAsia tak bisa bebankan biaya tambahan ke penumpang lama.

AKURAT JAKARTA - Kenaikan harga bahan bakar pesawat atau avtur tidak hanya membuat biaya operasional maskapai membengkak.

Bagi maskapai yang menjual tiket jauh-jauh hari, lonjakan harga juga menimbulkan persoalan: biaya penerbangan meningkat, tetapi harga tiket yang sudah dibayar penumpang tidak bisa diubah begitu saja.

Situasi ini tengah dihadapi AirAsia.

Pendiri AirAsia, Tony Fernandes, mengungkapkan bahwa sebagian tiket telah dijual ketika harga minyak masih berada di kisaran US$85 per barel.

Namun, setelah perang pecah, harganya melonjak hingga sekitar US$200 per barel.

Perubahan tersebut membuat maskapai harus menanggung selisih biaya untuk penerbangan yang tiketnya sudah terjual.

"Saya tidak bisa kembali dan meminta Anda membayar lebih. Saya tidak bisa mengatakan, 'Maaf, Anda sudah membayar 200 baht (US$6), tetapi karena Donald Trump, Anda harus membayar saya tambahan 200 baht lagi'," kata Fernandes dalam pengarahan media baru-baru ini, dikutip dari VN Express, Selasa (29/9/2026).

Tiket Lama Tak Bisa Mengikuti Kenaikan Biaya

Persoalan utama bagi maskapai adalah perbedaan waktu antara penjualan tiket dan realisasi penerbangan.

Tiket dapat dibeli berbulan-bulan sebelum keberangkatan, sedangkan harga avtur bisa berubah dalam periode tersebut.

Baca Juga: Empat Tahun Tak Bisa Pulang ke Yaman, Lulusan UMS Ini Ingin Jadi Dosen di Tanah Airnya

Ketika harga bahan bakar naik setelah tiket terjual, maskapai tidak bisa serta-merta meminta penumpang membayar selisihnya.

Akibatnya, kenaikan biaya berpotensi menekan pendapatan dan keuntungan penerbangan yang sudah dipesan.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi maskapai berbiaya rendah atau low-cost carrier (LCC), yang mengandalkan efisiensi operasional dan harga kompetitif.

AirAsia pun mulai melakukan penyesuaian. Untuk pemesanan baru, tarif telah disesuaikan dengan kenaikan harga bahan bakar.

Harga tiket tercatat meningkat sekitar 20–25 persen, bahkan lebih pada sejumlah penerbangan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.