Tiket Sudah Dibeli, Harga Avtur Melonjak: Dilema Maskapai Berbiaya Rendah Seperti AirAsia

AKURAT JAKARTA - Kenaikan harga bahan bakar pesawat atau avtur tidak hanya membuat biaya operasional maskapai membengkak.
Bagi maskapai yang menjual tiket jauh-jauh hari, lonjakan harga juga menimbulkan persoalan: biaya penerbangan meningkat, tetapi harga tiket yang sudah dibayar penumpang tidak bisa diubah begitu saja.
Situasi ini tengah dihadapi AirAsia.
Pendiri AirAsia, Tony Fernandes, mengungkapkan bahwa sebagian tiket telah dijual ketika harga minyak masih berada di kisaran US$85 per barel.
Namun, setelah perang pecah, harganya melonjak hingga sekitar US$200 per barel.
Perubahan tersebut membuat maskapai harus menanggung selisih biaya untuk penerbangan yang tiketnya sudah terjual.
"Saya tidak bisa kembali dan meminta Anda membayar lebih. Saya tidak bisa mengatakan, 'Maaf, Anda sudah membayar 200 baht (US$6), tetapi karena Donald Trump, Anda harus membayar saya tambahan 200 baht lagi'," kata Fernandes dalam pengarahan media baru-baru ini, dikutip dari VN Express, Selasa (29/9/2026).
Tiket Lama Tak Bisa Mengikuti Kenaikan Biaya
Persoalan utama bagi maskapai adalah perbedaan waktu antara penjualan tiket dan realisasi penerbangan.
Tiket dapat dibeli berbulan-bulan sebelum keberangkatan, sedangkan harga avtur bisa berubah dalam periode tersebut.
Baca Juga: Empat Tahun Tak Bisa Pulang ke Yaman, Lulusan UMS Ini Ingin Jadi Dosen di Tanah Airnya
Ketika harga bahan bakar naik setelah tiket terjual, maskapai tidak bisa serta-merta meminta penumpang membayar selisihnya.
Akibatnya, kenaikan biaya berpotensi menekan pendapatan dan keuntungan penerbangan yang sudah dipesan.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi maskapai berbiaya rendah atau low-cost carrier (LCC), yang mengandalkan efisiensi operasional dan harga kompetitif.
AirAsia pun mulai melakukan penyesuaian. Untuk pemesanan baru, tarif telah disesuaikan dengan kenaikan harga bahan bakar.
Harga tiket tercatat meningkat sekitar 20–25 persen, bahkan lebih pada sejumlah penerbangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UNL, 28 September 2026: Duel Penentu Kemenangan Kedua di Yerevan
- 2Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 3Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UNL, 28 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit di Tbilisi?
- 4Prediksi Skor Belgia vs Prancis di UNL, 29 September 2026: Tanpa Mbappe, Les Bleus Diuji di Brussels
- 5Prediksi Skor Turki vs Italia di UNL, 29 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Tertekan
- 6Prediksi Skor Irlandia Utara vs Hungaria di UNL, 29 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Lanjutkan Momentum Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Latvia vs Siprus di UNL, 28 September 2026: Duel Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 8Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UNL, 28 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







