Jakarta

Ketika Tidur Siang Malah Jadi Bumerang, Ini Waktu yang Sebaiknya Dihindari

Anggerhana Denni Rahmawati | 4 Oktober 2026, 21:15 WIB
Ketika Tidur Siang Malah Jadi Bumerang, Ini Waktu yang Sebaiknya Dihindari
Tidur siang memang bikin segar, tapi jangan lewat jam ini. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Tidur siang sering menjadi cara cepat untuk mengembalikan energi ketika tubuh mulai lelah.

Namun, kebiasaan ini bisa berubah menjadi bumerang jika dilakukan terlalu sore.

Salah satu waktu yang perlu diwaspadai adalah sekitar pukul 16.00 hingga 17.00.

Tidur pada jam tersebut dapat membuat rasa kantuk berkurang ketika malam tiba sehingga seseorang justru lebih sulit terlelap.

Pakar tidur dan ahli saraf Chelsie Rohrscheib, Ph.D., menyebut tidur siang pada pukul 4 atau 5 sore sebagai waktu yang sebaiknya dihindari.

Pasalnya, tidur terlalu dekat dengan waktu malam dapat mengganggu dorongan alami tubuh untuk tidur.

Masalahnya bisa menjadi berulang.

Ketika seseorang tidur terlalu sore dan akhirnya sulit tidur pada malam hari, waktu tidur malam dapat berkurang.

Keesokan harinya, tubuh kembali terasa mengantuk sehingga muncul keinginan untuk tidur siang lebih lama atau lebih sore.

Siklus tersebut pada akhirnya dapat mengganggu pola tidur yang seharusnya.

Baca Juga: Roblox Dipakai untuk Belajar Matematika, Ide Mahasiswa Untidar Ini Antarkannya Jadi Wisudawan Terbaik

Padahal, rasa kantuk di tengah hari sebenarnya merupakan bagian dari perubahan alami tingkat kewaspadaan tubuh.

Karena itu, munculnya rasa mengantuk setelah makan siang tidak selalu berarti tubuh kelelahan akibat terlalu banyak makan.

Waktu tidur siang justru bisa disesuaikan dengan periode alami tersebut.

Waktu sekitar pukul 12.00–14.00 banyak direkomendasikan sebagai periode yang lebih ideal untuk tidur siang.

Sementara itu, Sleep Foundation menyebut rentang sekitar pukul 13.00–15.00 sebagai waktu ketika rasa kantuk secara alami dapat meningkat.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.