Cegah Kerusakan Mata Anak Akibat Gawai dengan Formula 20-20-20

AKURAT JAKARTA – Para orang tua diminta untuk memperketat pengawasan terhadap penggunaan gawai (gadget) pada anak-anak.
Kasus gangguan kesehatan mata pada anak usia dini hingga remaja dilaporkan mengalami peningkatan signifikan akibat paparan layar (screen time) yang berlebihan.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, gangguan mata yang paling mendominasi pada anak-anak adalah rabun jauh atau mata minus.
Kondisi ini dipicu oleh kebiasaan menatap layar gawai jarak dekat selama berjam-jam tanpa diselingi istirahat.
"Rata-rata pada anak-anak yang terus-menerus terpapar dengan gadget 8 sampai 12 jam per hari tanpa istirahat, gangguannya biasanya mata minus," kata Nadia, Selasa (13/10/2026).
Nadia menjelaskan, menatap layar gawai membuat mata bekerja ekstra keras dan berakomodasi jarak dekat secara terus-menerus.
Merujuk temuan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), lonjakan kasus mata minus kini tidak hanya menyasar anak usia sekolah, tetapi juga balita usia 2 hingga 5 tahun.
"Sekarang dibatasi penggunaan gadget per hari pada anak-anak. Berdasarkan penelitian dari Perdami, peningkatan mata minus terjadi pada anak usia sekolah maupun balita akibat terlalu banyak penggunaan gadget setiap harinya," tambahnya.
Guna meminimalkan risiko kerusakan mata pada anak, Kemenkes mendorong penerapan strategi 20-20-20 saat beraktivitas di depan layar gawai maupun komputer.
Aturan ini bertujuan memberi jeda agar otot mata beristirahat dan berlatih melihat jarak jauh.
"Kenalkan dulu pengaruh gadget. Gunakan strategi 20-20-20, yaitu setelah 20 menit menatap layar, alihkan pandangan untuk melihat objek jarak jauh sekitar 20 kaki atau 6 meter, dan fokus selama 20 detik," jelas Nadia.
Melalui penerapan aturan jeda tersebut dan pembatasan durasi penggunaan gawai harian, Kemenkes berharap angka kasus gangguan penglihatan pada generasi muda dapat ditekan.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Torino vs Udinese di Serie A, 13 Oktober 2026: Mampukah Granata Bangkit di Kandang?
- 2Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Premier League, 13 Oktober 2026: Mampukah The Sky Blues Menghentikan Dominasi The Magpies?
- 3Prediksi Skor Levante vs Sevilla di La Liga, 13 Oktober 2026: Duel Dua Tim Terluka di Ciudad de Valencia
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 5Prediksi Skor Atalanta vs Venezia di Serie A, 12 Oktober 2026: Mampukah La Dea Mengakhiri Tren Negatif?
- 6Prediksi Skor RB Leipzig vs PSV Eindhoven di UCL, 14 Oktober 2026: Mampukah Die Roten Bullen Melanjutkan Pesta Gol?
- 7Prediksi Skor RC Lens vs Sporting CP di UCL, 13 Oktober 2026: Rekor Kandang Les Sang et Or Diuji The Lions
- 8Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


