Jakarta

Tak Perlu Teleskop, Hujan Meteor Orionid Bisa Disaksikan dengan Mata Telanjang

Anggerhana Denni Rahmawati | 19 Oktober 2026, 18:45 WIB
Tak Perlu Teleskop, Hujan Meteor Orionid Bisa Disaksikan dengan Mata Telanjang
Ilustrasi hujan meteor. - Unsplash

AKURAT JAKARTA - Mengamati fenomena astronomi tidak selalu membutuhkan teleskop atau peralatan khusus.

Pada Oktober 2026, masyarakat berkesempatan menyaksikan hujan meteor Orionid yang diperkirakan mencapai puncak pada 21–22 Oktober.

Jika cuaca cerah dan kondisi pengamatan mendukung, fenomena ini berpotensi menghadirkan sekitar 15–20 meteor per jam.

Orionid menjadi salah satu fenomena langit yang menarik karena meteor-meteornya bergerak sangat cepat.

Namun, untuk menikmati pertunjukan alam ini, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan, mulai dari pemilihan lokasi hingga waktu pengamatan.

Alih-alih menyiapkan alat mahal, pengamat justru perlu mencari tempat yang cukup gelap dan memberikan kesempatan bagi mata untuk beradaptasi dengan minimnya cahaya.

Mengapa Orionid Bisa Diamati Tanpa Teleskop?

Hujan meteor Orionid berasal dari debu dan serpihan kecil yang ditinggalkan Komet Halley ketika mengelilingi Matahari.

Saat Bumi melintasi jalur debu tersebut, partikel-partikel itu memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi dan menghasilkan kilatan cahaya.

Kilatan itulah yang terlihat dari Bumi sebagai meteor atau bintang jatuh.

Baca Juga: Prediksi Skor AC Monza vs Cagliari di Serie A, 19 Oktober 2026: Tuan Rumah Terancam oleh Ketangguhan Rossoblu

Karena fenomenanya berupa cahaya yang muncul saat partikel memasuki atmosfer, pengamat tidak harus menggunakan teleskop untuk melihatnya.

Nama Orionid diambil dari rasi bintang Orion yang menjadi titik pancar semu meteor.

Meski demikian, meteor dapat melintas di berbagai bagian langit.

Artinya, pengamat tidak perlu terus-menerus menatap satu rasi bintang untuk mendapatkan kesempatan melihatnya.

Pukul 02.00 hingga Menjelang Fajar Jadi Waktu yang Menarik

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.