Jakarta

Beasiswa Riset Baznas 2026 Buka Bantuan hingga Rp30 Juta, Jangan Abaikan Syarat Ini

Anggerhana Denni Rahmawati | 19 Oktober 2026, 19:45 WIB
Beasiswa Riset Baznas 2026 Buka Bantuan hingga Rp30 Juta, Jangan Abaikan Syarat Ini
Ilustrasi. Ada 9 kategori beasiswa riset Baznas 2026. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Pendanaan penelitian menjadi salah satu tantangan bagi mahasiswa dan peneliti yang ingin mengembangkan karya ilmiah.

Biaya pengumpulan data, pengembangan produk, hingga publikasi jurnal dapat membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Melalui Beasiswa Riset Baznas 2026, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyediakan sembilan kategori bantuan dengan nominal mulai dari Rp1 juta hingga Rp30 juta.

Namun, besarnya dana yang ditawarkan bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan calon pendaftar.

Setiap kategori memiliki kuota dan persyaratan tersendiri, sehingga pemilihan kategori serta kelengkapan dokumen menjadi bagian penting dalam proses pengajuan.

Program ini mencakup bantuan tugas akhir mahasiswa, penelitian kelompok, publikasi artikel ilmiah, hingga dukungan bagi mahasiswa Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf.

Sembilan Kategori dengan Nominal dan Kuota Berbeda

Besaran bantuan Beasiswa Riset Baznas 2026 disesuaikan dengan jenis kegiatan dan jenjang pendidikan.

Calon penerima perlu memastikan bahwa kebutuhan pendanaannya sesuai dengan kategori yang dipilih.

Berikut rincian kuota dan nominal bantuan yang tersedia:

Baca Juga: 63 Ribu Balita Terserang ISPA di Tengah Karhutla, Kabut Asap Jadi Ancaman bagi Anak

Kategori

Kuota

Bantuan

Mahasiswa S1/D4

70 orang

Rp4 juta

Mahasiswa S2

50 orang

Rp7 juta

Mahasiswa S3

50 orang

Rp10 juta

Lembaga atau kelompok riset

50 penerima

Maksimal Rp30 juta

Publikasi jurnal Sinta 3

10 orang

Maksimal Rp1 juta

Publikasi jurnal Sinta 2

19 orang

Maksimal Rp3 juta

Publikasi jurnal Sinta 1

29 orang

Maksimal Rp5 juta

Publikasi jurnal internasional bereputasi

40 orang

Maksimal Rp12,5 juta

Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

150 orang

Rp4 juta

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa program tidak hanya menyasar mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir.

Peneliti yang bekerja dalam tim maupun akademisi yang membutuhkan bantuan biaya publikasi juga memiliki jalur pengajuan tersendiri.

Karena setiap kategori memiliki kuota berbeda, calon peserta sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan nominal terbesar.

Kesesuaian kegiatan, status akademik, dan kelengkapan dokumen juga perlu menjadi pertimbangan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.