Jakarta

Sampah Bukan Akhir Cerita, M Bloc Design Week 2026 Tunjukkan Potensi Barang Bekas

Anggerhana Denni Rahmawati | 24 Oktober 2026, 10:30 WIB
Sampah Bukan Akhir Cerita, M Bloc Design Week 2026 Tunjukkan Potensi Barang Bekas
M Bloc Design Week 2026 angkat barang bekas. - iai.or.id

AKURAT JAKARTA - Barang yang sudah tidak terpakai sering kali berakhir di tempat sampah karena dianggap tidak memiliki manfaat lagi.

Padahal, dengan pendekatan desain yang tepat, barang bekas masih bisa diolah menjadi produk baru yang berguna.

Gagasan inilah yang diangkat M Bloc Design Week (MBDW) 2026 melalui tema “Daur Rupa”.

Festival yang berlangsung pada 23 Oktober hingga 1 November 2026 ini mengajak masyarakat melihat barang bekas dari sudut pandang berbeda.

Bukan sekadar benda sisa, material yang kerap dibuang ternyata dapat menjadi bahan untuk menciptakan produk dengan fungsi baru.

Beberapa contoh yang ditampilkan cukup menarik.

Bonggol jagung dapat dimanfaatkan sebagai wadah drum, jaring nelayan bekas diolah menjadi material papan bangunan, sedangkan ampas kopi dapat dikembangkan menjadi kap lampu atau tas serbaguna.

Contoh tersebut memperlihatkan bahwa inovasi tidak selalu harus dimulai dari bahan baru.

Material yang sudah tersedia di sekitar kita pun berpotensi dimanfaatkan kembali, selama ada kreativitas dan proses pengolahan yang sesuai.

Mengubah Cara Pandang terhadap Barang Bekas

Baca Juga: Makin Dipaksa Tidur, Makin Susah Terlelap? Ini Penjelasan Psikologinya

Initiator dan Curator M Bloc Design Week 2026, Yacobus Gato Surarjo, mengatakan festival ini ingin mengangkat isu lingkungan sekaligus mendorong terciptanya ruang publik yang inklusif.

“Di sini, intinya, memang isu lingkungan, isu ruang publik yang inklusif, itu yang ingin kami tampilkan,” kata Yacobus.

Melalui tema “Daur Rupa”, MBDW berupaya meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap keberlanjutan dan mendorong keterlibatan komunitas.

Pendekatan ini penting karena persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan membuang barang, tetapi juga cara masyarakat memandang nilai suatu material.

Ketika barang bekas langsung dianggap tidak berguna, peluang untuk memanfaatkannya kembali ikut terabaikan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.