Makin Dipaksa Tidur, Makin Susah Terlelap? Ini Penjelasan Psikologinya

AKURAT JAKARTA - Pernah merasa tubuh sudah sangat lelah, tetapi pikiran justru semakin aktif ketika kepala menyentuh bantal?
Alih-alih langsung tertidur, kamu malah mengingat pekerjaan yang belum selesai, percakapan sepanjang hari, hingga berbagai kemungkinan yang belum tentu terjadi besok.
Situasi ini bisa membuat waktu tidur berubah menjadi momen penuh tekanan.
Kamu mulai menghitung berapa jam tersisa sebelum alarm berbunyi, lalu semakin khawatir karena belum juga terlelap.
Tanpa disadari, keinginan untuk segera tidur justru membuat pikiran semakin sulit tenang.
Salah satu cara yang bisa dicoba untuk menghadapi kondisi tersebut adalah cognitive reshuffling, teknik pengalihan pikiran yang membantu otak beralih dari pemikiran berulang menuju hal-hal yang lebih netral.
Ketika Keinginan Tidur Justru Menjadi Sumber Kecemasan
Kesulitan tidur tidak selalu terjadi karena tubuh belum cukup lelah.
Dalam beberapa kasus, pikiran yang terus bekerja dan kecemasan tentang waktu tidur juga bisa membuat seseorang tetap terjaga.
Fenomena ini berkaitan dengan sleep performance anxiety, yakni kecemasan karena merasa harus berhasil tidur, terutama ketika seseorang merasa perlu beristirahat agar bisa menjalani aktivitas keesokan harinya.
Baca Juga: BPK Temukan Rp2,7 Miliar KIP Kuliah Mengalir ke Mahasiswa Meninggal, Sistem Data Jadi Sorotan
Semakin malam waktu berjalan, semakin besar pula tekanan yang dirasakan.
Pikiran seperti "Aku harus tidur sekarang" atau "Bagaimana kalau besok aku kelelahan?" justru membuat tidur terasa seperti sesuatu yang harus diperjuangkan.
Padahal, tidur bukan aktivitas yang bisa sepenuhnya dikendalikan dengan kemauan.
Ketika seseorang terus memantau apakah dirinya sudah mengantuk, ia justru bisa semakin terpaku pada kesulitan tidurnya.
Dalam kondisi ini, mengurangi tekanan untuk segera terlelap dapat menjadi langkah yang lebih membantu daripada terus memaksakan diri untuk tidur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs NEC Nijmegen di UEL, 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Beruntun
- 2Prediksi Skor Olympiacos vs Sparta Praha di UEL, 23 Oktober 2026: Ujian Konsistensi Tuan Rumah di Georgios Karaiskakis
- 3Prediksi Skor Omonia vs Benfica di UEL, 23 Oktober 2026: Ujian Berat di Markas The Shamrock
- 4Prediksi Skor Hoffenheim vs Lyon di UEL, 23 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Hentikan Laju Les Gones?
- 5Prediksi Skor OFI Crete vs Bayer Leverkusen di UEL, 22 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Menghentikan Laju Die Werkself?
- 6Prediksi Skor Getafe vs Lugano di UECL, 22 Oktober 2026: Momentum Positif Tim Tamu Jadi Ancaman
- 7Prediksi Skor Lille vs Galatasaray di UCL, 21 Oktober 2026: Duel Dua Tim Tanpa Poin di Pierre Mauroy
- 8Prediksi Skor Celtic vs Celta Vigo di UEL, 23 Oktober 2026: Siapa yang Akhiri Tren Buruk di Eropa?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





