Jakarta

Ini Jejak Perjalanan Antiseptic, Band Punk Pertama di Indonesia

Fadhil Dhuha Rizqullah | 21 September 2023, 21:39 WIB
Ini Jejak Perjalanan Antiseptic, Band Punk Pertama di Indonesia

AKURAT JAKARTA - Punk hari ini sudah tak lagi terdeteksi nominalnya. Populasi mereka bahkan telah merambah ke pelosok kota-kota kecil.

Lantas, bagi yang ingin menggali sejarah, bagaimana dengan scene punk 23 tahun lalu? Yang diduga awal masuknya kultur tandingan (atau ada yang menganggap sub-kultur) tersebut ke Indonesia.

Antiseptic dinobatkan sebagai band punk pertama di Indonesia, tanpa perlu lagi asumsi dari para pengamat musik di Indonesia sekalipun.

Berawal dari kejengahan musik metal yang melanda di awal ‘90, membuat Berry dan Acid bereksplorasi pada sesuatu yang baru. Saat itu, mereka baru berusia 15-16 tahun.

Baca Juga: Hari Terakhir Jabat Bupati Tangerang, Bang Zaki Resmikan Masjid Nur Suvarna Sutra

Keduanya lalu mendirikan band punk/hardcore bernama Dickhead. Tak lama kemudian, mereka mengganti namanya menjadi Antiseptic.

Maka, berbicara Antiseptic tentu juga berbicara sejarah. Bagi Anda yang terlanjur tercebur dalam scene punk/hardcore dan melupakan itu semua, itu bukan salah Anda, selama 'kebodohan' orang-orang terdahulu tidak terulang.

Perjuangan mereka dalam spreading punk/hardcore in scene pun penuh pengorbanan tanpa dramatisir. Mulai dari setiap show yang diwarnai kerusuhan, pencekalan, hingga perkelahian antar genre.

Hakikat sebagai komunitas underground adalah bagian hikayat Antiseptic dan band-band semasanya.

Baca Juga: Akhir Pekan Ini Kawasan GBK Tertutup Untuk Umum, Ini Penyebabnya

Lemahnya infrastruktur, minimnya informasi, hambatan distribusi, etika do it yourself, adalah kepatutan untuk tetap eksis.

Fenomena tersebut, menurut Berry yang menganggap Antiseptic bukanlah sekedar band semata, melainkan juga sebuah movement.

Belum lama ini, Antiseptic merayakan anniversary gig ke-20 tahun. Tentu ini jadi band punk pertama kalinya yang merayakan-nya selawas itu.

Ajaib memang, sebuah band punk di Indonesia yang tak banyak mengharapkan sesuatu, bisa bertahan selama ini. Meski petualangannya tidak mulus dan banyak rintangan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.