Jakarta

4 Kuliner Legendaris Kota Kretek Selain Soto Kudus, Ada Lentog Tanjung hingga Satai Kerbau, Kamu Sudah Pernah Rasakan Masakan yang Mana?

Fikri Hidayatulloh | 3 Januari 2024, 08:13 WIB
4 Kuliner Legendaris Kota Kretek Selain Soto Kudus, Ada Lentog Tanjung hingga Satai Kerbau, Kamu Sudah Pernah Rasakan Masakan yang Mana?

AKURAT JAKARTA - Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memang dikenal punya ragam kuliner yang diburu para wisatawan.

Kuliner legendaris dari Kudus adalah Soto Kudus. Soto ini berbahan dasar daging kerbau yang dimasak sedemikian rupa sehingga bercita rasa khas yang gurih.

Daging kerbau sebagai bahan dasar Soto Kudus memiliki sejarah panjang. Menurut cerita, pada zaman dulu, Sunan Kudus melarang masyarakat Kudus menyembelih sapi untuk menghormati penganut agama Hindu yang saat itu mendominasi di Kudus.

Soto Kudus berisi irisan daging kerbau dan taoge. Sebagai pelengkap, soto kerbau ditaburi irisan daun bawang, daun seledri, dan bawang goreng.

Baca Juga: Resep Capcay Goreng yang Gurih dan Segar, Hidangan Khas Tionghoa yang Sudah Akrab di Lidah Rakyat Indonesia

Cita rasa soto kerbau ini sangat khas dengan bumbu dan aroma rempah-rempah.

Selain Soto Kudus yang belakangan memiliki varian daging ayam, kota kretek ini juga menyimpan kekayaan kuliner lain yang tidak kalah legendaris.

Berdasarkan buku Pesona Keeksotisan Kudus, Kudus memiliki empat olahan makanan lain yang patut dicoba, yaitu:

1. Lentog Tanjung

Merupakan makanan yang lazim disantap sebagai  sarapan masyarakat Kudus. Lentog Tanjung berasal dari Desa Tanjung Karang, Kudus.

Lentog Tanjung berbahan dasar sayur nangka muda, tahu, serta lontong yang sudah dipotong kecil-kecil. Penyajian makanan ini dilengkapi dengan santan yang kental serta sambal cair.

Sebagai pelengkap Lentong Tanjung bisa ditambahkan sate telur puyuh, kerupuk, atau bakwan. Yang unik dari lentog Tanjung, yakni, disajikan dalam piring yang diberi alas daun pisang.

Baca Juga: SMA Al-Azhar Kelapa Gading Gelar Festival Musik Alkafest 2023, Menghadirkan Tulus hingg Reality Club, Simak Tanggalnya

2. Nasi Pindang

Nasi Pindang Kudus mirip dengan Rawon, masakan khas Jawa Timur. yang membedakan, kuah nasi pindang menggunakan santan, sedangkan rawon tidak.

Pada zaman dulu, Nasi Pindang merupakan sajian masyarakat Kudus menyelenggarakan pesta.

Seiring berkembangnya zaman, nasi pindang sudah dijual di mana-mana dari restoran hingga warung kaki lima pinggir jalan.

Nasi pindang disajikan dengan kuah hitam yang encer dan berisi potongan daging dan nasi yang sudah dicampur.

Ciri khas nasi pindang menggunakan daun melinjo muda sebagai isian kuah. Daun tersebut disatukan dalam kuah santan dan rempah. Rempah Nasi Pindang adalah kemiri, ketumbar, jahe, dan kencur yang dihaluskan.

3. Garang Asem

Garang asem merupakan makanan berbahan dasar ayam yang dimasak dengan cara khusus.

Bumbu dasar makanan ini adalah bawang putih, bawang merah, kemiri, caba rawit, dan tomat hijau.

Bumbu-bumbu halus itu kemudian dimasak dengan air. Selanjutnya, potongan ayam kampung dan bumbu kuah dimasukkan ke wadah berbahan daun pisang.

Proses memasak berlanjut ke perebusan selama 1,5 jam. Terdapat tiga pilihan garang asem, yaitu garang asem ayam, jeroan, dan ceker.

Satu porsinya disajikan bersama sepiring nasi putih panas. Kuah garang asem ini bercita rasa gurih dan asam.

Rasa gurih berasal dari sari pati ayam yang direbus bersama kuah. Sementara itu, rasa asem berasal dari dari tomat hijau.

Baca Juga: Catat! Berikut Deretan 14 Musisi Luar Negeri yang Bakal Konser di Jakarta hingga Pertengahan 2024, dari LUCY hingga Ed Sheeran, Cek Jadwalnya

4. Satai Kerbau

Satai Kerbau menjadi masakan khas Kudus karena proses pengolahan yang berbeda dari daerah lain. Daging kerbau dipotong berbentuk dadu dan dimemarkan atau dipukul-pukul.

Daging lalu direndam di dalam bumbu dan didiamkan kira-kira dua jam hingga bumbu meresap.

Bumbu untuk satai kerbau ini dibuat dengan mencampurkan serundeng, bawang merah, bawang putih, kentang, serta kacang tanah yang telah ditumbuk kasar.

Setelah itu, potongan daging tersebut ditusukkan di tusukan satai dan dibakar di atas bara arang. Pembakaran satai tidak boleh terlalu lama agar daging kerbau tidak terlalu keras.

Buku Pesona Keeksotisan Kudus ditulia oleh Ema Rahardian, Suryo Handono, Emma Maemunah, dan Ika Inayati. Buku ini merupakan buku pendamping bahan ajar BIPA tingkat mahir. (*)



Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.