Jakarta

Masjid Tjia Kang Ho Jadi Wisata Religi Baru di Jakarta, Ornamen Dilapisi Kuningan Bertuliskan Asmaul Husna

Ainun Kusumaningrum | 13 Maret 2024, 12:50 WIB
Masjid Tjia Kang Ho Jadi Wisata Religi Baru di Jakarta, Ornamen Dilapisi Kuningan Bertuliskan Asmaul Husna

AKURAT JAKARTA - Masjid Tjia Kang Ho terletak di Jalan Tipar, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Masjid satu ini memiliki bermacam ornamen khas China dan aksara Han di pintu masuk.

Anda yang baru pertama kali masuk masjid itu langsung merasakan nuansa budaya Tionghoa-Muslim.

Baca Juga: Masih Berani Lawan Arah di Jakarta? Petugas Gabungan Garcep Tilang 1000 Kendaraan

Masjid Tjia Kang Ho yang unik ini mulai dibangun pada Oktober 2022. Tahapan pembangunan masjid sudah mencapai 80 persen.

"Sudah mulai dipakai untuk melaksanakan Shalat Tarawih," kata Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Tjia Kang Ho, Muhammad Wildan Hakiki dilansir dari Antara.

Sejarah Masjid Trjia Kang Ho

Nama masjid Tjia Kang Ho diambil dari seorang warga Tionghoa, Tjia Kang Ho yang mualaf.

Beliau mewakafkan tanahnya untuk dijadikan masjid.

Baca Juga: Tempat Ngabuburit Asyik di Jakarta, Lihat Berbagai Jenis Tanaman di Tribeca Park

Tjia Kang Ho yang mengubah namanya menjadi H Abdul Soleh setelah menjadi seorang mualaf berkeinginan mendirikan masjid.

Kemudian, diteruskan oleh anaknya H Budiyanto dan cucunya M Wildan Hakiki untuk membangun masjid berarsitektur Tionghoa.

Wildan mengatakan  perancangan masjid dengan gaya Tionghoa ini untuk menghormati mendiang kakeknya dan mempertahankan budaya Tionghoa.

"Kenapa kita bikin masjid model begini, karena kita tidak ingin melupakan dari mana sejarahnya kita berawal," katanya.

"Walaupun kita sudah menjadi muslim sekarang. Tapi saudara-saudara kita di sekitar sini yang juga warga keturunan masih banyak yang non muslim," tambah dia.

Dia berharap dengan adanya masjid ini warga keturunan Tionghoa yang berada di sekitar masjid dapat masuk Islam.

"Karena Islam itu 'Rahmatan Lil 'Alamiin'," kata Wildan.

Dia mengaku proses pembangunan masjid itu cukup lama karena ornamen tembok di dalam masjid dilapisi kuningan bertuliskan Asmaul Husna.

Belum lagi, pembuatan atapnya yang membutuhkan waktu.

"Proses pembuatan lapisan tembok kuningan itu memakan waktu sekitar 10 bulan di Boyolali karena perajin mengukir satu persatu tulisan Asmaul Husna tersebut," paparnya.

Rencananya, tambah dia, masjid seluas 600 meter persegi (m2) itu akan rampung pada Juli 2024 dengan daya tampung jamaah sekitar 250 orang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.