Jakarta

Ini Cara Jitu BRI Jaga Kualitas Kredit, Tingkatkan Strategi Penjualan Agunan Bermasalah Melalui Platform Pemasaran Digital

Sastra Yudha | 1 Juni 2024, 11:01 WIB
Ini Cara Jitu BRI Jaga Kualitas Kredit, Tingkatkan Strategi Penjualan Agunan Bermasalah Melalui Platform Pemasaran Digital

AKURAT JAKARTA – Dalam rangka menjaga rasio kredit bermasalah atau biasa disebut NPL (Non Performing Loan), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus melakukan berbagai strategi dan inovasi.

Berbagai upaya dan strategi tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas kredit yang telah disalurkan.

Salah satu strategi yang dijalankan Bank BRI dalam menjaga kualitas kredit adalah dengan cara penjualan agunan untuk kredit yang sudah bermasalah.

Direktur Manajemen Risiko BRI, Agus Sudiarto, mengatakan bahwa penjualan agunan merupakan salah satu bagian dari recovery aset bermasalah, selain upaya penyelesaian lainnya.

Baca Juga: Mengenal Blok Rokan, Tempat Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2024

“Mayoritas aset bermasalah yang terjual merupakan segmen ritel, yakni 83,85% dari seluruh penjualan melalui lelang dan dampaknya,” ujarnya.

Ia melanjutkan, BRI terus meningkatkan strategi pemasaran aset bermasalah melalui platform pemasaran digital website BRI info lelang: infolelang.bri.co.id

di samping upaya pemasaran seperti kerjasama dengan broker property, mengikuti dan menyelenggarakan expo lelang, gathering nasabah inti dan sebagainya.

Di samping itu, pendapatan recovery BRI yang diperoleh dari penjualan aset bermasalah baik lelang maupun non lelang sampai dengan April 2024 mengalami pertumbuhan double digit.

Pada tahun ini, BRI optimistis target pendapatan recovery dari penjualan aset bermasalah dan penyelesaian lainnya dapat tercapai.

Target tersebut seiring dengan kondisi ekonomi yang mulai stabil, serta dibantu dengan peningkatan pemasaran agunan melalui website BRI maupun expo lelang.

Baca Juga: Bayar Tol Tanpa Sentuh akan Dimulai Bertahap Akhir Tahun 2024, Nantinya Cukup Pakai Aplikasi Sebelum Masuk Tol

Selain itu, juga adanya peningkatan kerja sama dengan pihak ketiga seperti DJKN/KPKNL, BPN, Pengadilan, Balai Lelang, Broker Properti dan sebagainya.

“Diharapkan dengan berbagai upaya recovery aset bermasalah yang telah kami tempuh, akan berdampak juga dalam menjaga NPL BRI yang di tahun 2024 ditargetkan berada di sekitar 3 persen,” pungkasnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.