Jakarta

Ahmed Zaki Sebut Reformasi PSSI Perkuat Fondasi Pembinaan Usia Dini dan Infrastruktur

Ainun Kusumaningrum | 29 Januari 2026, 16:12 WIB
Ahmed Zaki Sebut Reformasi PSSI Perkuat Fondasi Pembinaan Usia Dini dan Infrastruktur

AKURAT JAKARTAà — Manajer Tim Nasional Indonesia Kelompok Umur, Ahmed Zaki Iskandar, mengapresiasi langkah masif reformasi sepak bola Indonesia di bawah kepemimpinan Ketua Umum PSSI Erick Thohir.

Menurutnya, visi besar federasi saat ini telah menyentuh aspek fundamental, mulai dari kaderisasi pemain hingga penguatan infrastruktur penunjang.

Zaki menilai, upaya regenerasi di tubuh Timnas Indonesia dilakukan melalui program pembinaan usia dini yang berjenjang dan sistematis.

QqqBaca Juga: Prediksi Skor Aston Villa vs RB Salzburg di UEL, 30 Januari 2026: Misi Sempurna Tuan Rumah

Hal ini menjadi kunci agar stok pemain bertalenta untuk masa depan tidak terputus.

"Jika kita melihat visi misi reformasi sepak bola Indonesia, infrastruktur stadion sudah banyak dibangun dalam dua hingga tiga tahun terakhir. Dari sisi suprastruktur, kualitas SDM terus ditingkatkan, termasuk penguatan pembinaan kelompok usia dini," ujar Zaki dalam wawancara di Garuda TV, baru-baru ini.

Kebangkitan Sepak Bola Wanita dan Liga

Selain fokus pada pria, Zaki juga menyoroti perkembangan signifikan pada sektor sepak bola wanita.

Meski pembibitan sudah mulai berjalan, tantangan berikutnya adalah penyediaan kompetisi reguler guna menjaga momentum perkembangan pemain.

"Sepak bola wanita sudah mulai berkembang. Saat ini kita sedang memikirkan skema liga pada 2027 mendatang, karena hal ini berkaitan erat dengan kesiapan klub-klub yang ada di Indonesia," tuturnya.

Baca Juga: Ahmed Zaki Iskandar Ungkap Kunci Kebangkitan Mental Punggawa Garuda Muda

Peningkatan Kualitas Wasit dan Teknologi

Reformasi federasi juga menyasar pada peningkatan integritas dan kualitas pertandingan. Implementasi teknologi Video Assistant Referee (VAR) serta pelibatan tenaga ahli internasional menjadi bukti keseriusan PSSI dalam membenahi kompetisi domestik.

"Kualitas pelatih dan wasit terus ditingkatkan. Saat ini, Komite Wasit juga dipimpin oleh tenaga ahli dari Jepang, Yoshimi Ogawa. Langkah-langkah ini diambil federasi untuk pengembangan sepak bola Indonesia secara menyeluruh, termasuk di kelompok umur," pungkas Zaki.

Langkah transformatif ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem sepak bola yang profesional, transparan, dan berdaya saing tinggi di kancah internasional, sejalan dengan cita-cita besar PSSI membawa Garuda terbang lebih tinggi. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.