Jakarta

Prediksi Skor Rwanda vs Benin di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Jumat 10 Oktober 2025: Perebutan Takhta Grup C Memanas di Amahoro

Saeful Anwar | 10 Oktober 2025, 13:15 WIB
Prediksi Skor Rwanda vs Benin di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Jumat 10 Oktober 2025: Perebutan Takhta Grup C Memanas di Amahoro

AKURAT JAKARTA - Rwanda akan menjamu Benin pada laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika, Jumat, 10 Oktober 2025 pukul 23.00 WIB di Stadion Amahoro. 

Duel ini diprediksi berjalan ketat karena kedua tim masih memiliki peluang untuk lolos ke Piala Dunia, terutama Benin yang kini memuncaki klasemen Grup C.

Baca Juga: Prediksi Skor Lesotho vs Nigeria di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Jumat 10 Oktober 2025: Mampukah Super Eagles Jaga Asa Lolos?

Preview

Perjalanan Benin di babak kualifikasi kali ini menunjukkan perubahan signifikan dibanding edisi sebelumnya. 

Cheetahs, julukan mereka, sebelumnya selalu berada di bawah bayang-bayang Afrika Selatan. 

Namun situasi kini berbalik setelah Bafana Bafana dikenai sanksi kekalahan 3-0 akibat pelanggaran administratif oleh Mokoena dalam duel kontra Lesotho tujuh bulan lalu. 

Hasil itu membuat pasukan Gernot Rohr memimpin Grup C berdasarkan selisih gol, unggul dari Afrika Selatan meski sama-sama mengumpulkan 14 poin.

Kendati begitu, Benin masih menghadapi tantangan besar dalam laga tandang. Dari tiga laga terakhir di luar kandang, mereka belum mencatat kemenangan—kalah 1-2 dari Afrika Selatan dan dua kali bermain imbang melawan Lesotho (0-0) serta Zimbabwe (2-2). 

Hasil ini menjadi catatan penting sebelum mereka bertandang ke Rwanda dan Nigeria dalam dua putaran terakhir.

Benin tahu bahwa poin penuh di Kigali akan menjadi langkah vital untuk menjaga asa tampil di Piala Dunia perdana mereka. 

Les Guepards dihadapkan pada tekanan tinggi karena persaingan ketat dengan Afrika Selatan dan Nigeria, sementara Rwanda berada dalam posisi menunggu peluang dengan tekanan yang lebih ringan.

Baca Juga: Prediksi Skor Sao Tome & Principe vs Tunisia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, 10 Oktober 2025: Les Aigles de Carthage Siap Pertahankan Rekor Sempurna

Rwanda sendiri memulai laga ini dengan ambisi besar. The Wasps mengoleksi 11 poin dari delapan pertandingan—jumlah yang sama dengan Nigeria, namun kalah selisih gol. 

Dua kekalahan dari Super Eagles (0-1 dan 0-2) memperlihatkan bahwa pasukan Adel Amrouche masih kesulitan menembus pertahanan tim-tim kuat.

Meski demikian, pendekatan defensif mereka terbilang efektif: Rwanda memiliki pertahanan terbaik di Grup C, hanya kebobolan lima gol, namun juga menjadi tim dengan produktivitas terendah dengan hanya mencetak lima gol.

Rwanda memiliki catatan kandang yang beragam. Dari empat laga di Kigali, mereka hanya menang sekali (2-0 atas Afrika Selatan), dua kali imbang (melawan Zimbabwe dan Lesotho), serta satu kali kalah (dari Nigeria). 

Dengan gaya permainan disiplin dan serangan vertikal cepat, Amrouche berharap anak asuhnya mampu memanfaatkan keuntungan kandang untuk meredam ambisi Benin.

Sementara itu, Benin tampil impresif dengan dua kemenangan beruntun atas Zimbabwe (1-0) dan Lesotho (4-0). 

Mereka mengandalkan permainan pragmatis dengan kontrol bola dan eksekusi bola mati yang terorganisir. 

Steve Mounie menjadi ujung tombak utama dan saat ini merupakan pencetak gol terbanyak di Grup C dengan lima gol—mengungguli Victor Osimhen dari Nigeria.

Baca Juga: Presiden Persita Zaki Iskandar Harap Ekosistem Sepak Bola Indonesia Selaras dengan Road Map Federasi

Dalam lima pertemuan terakhir, Benin unggul dengan tiga kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan dari Rwanda. 

The Wasps hanya menang sekali dalam enam laga terakhir mereka di semua ajang, menegaskan konsistensi yang masih menjadi pekerjaan rumah. 

Selain itu, dalam empat dari lima pertandingan terakhir Benin, hanya satu tim yang mencetak gol—indikasi kuat bahwa laga ini bisa kembali berakhir dengan skor minim.

Baca Juga: Golkar Soroti Krisis Hunian di Jakarta, Usul 3 Program Ini

Prediksi Starting XI

Rwanda mendapatkan dorongan moral dengan potensi debut Joy-Lance Mickels, mantan pemain Jerman berusia 31 tahun yang baru saja berganti kewarganegaraan. 

Sementara itu, Jojea Kwizera dan Gilbert Mugisha tetap menjadi tumpuan utama dalam urusan mencetak gol—keduanya sudah menyumbang 80 persen dari total gol Rwanda di kualifikasi.

Di sisi Benin, Gernot Rohr menghadapi sejumlah kekhawatiran terkait kebugaran pemain. Junior Olaitan, Andreas Hountondji, Abdoul Rachid Moumini, dan Rodolfo Aloko masih diragukan tampil karena cedera ringan.

Namun dengan performa solid dari Dokou Dodo dan Jodel Doussou yang masing-masing berkontribusi pada tiga gol, Benin masih memiliki opsi serangan yang variatif.

Perkiraan Susunan Pemain:

• Rwanda (4-2-3-1): Ntwari; Kavita, Mutsinzi, Manzi, Niyomugabo; B. Mugisha, Bizimana; Biramahire, Muhire, Kwizera; G. Mugisha.

• Benin (4-3-3): Dandjinou; Roche, Verdon, Tijani, Ouorou; Imourane, D'Almeida, Dodo; Dossou, Mounie, Aiyegun.

Baca Juga: 60 Siswa Keracunan MBG, Legislator Golkar Dorong Tingkatkan Pengawasan SPPG di Jakarta yang Masih Sedikit

Prediksi Skor

Kedua tim sama-sama berpeluang, tetapi Benin tampak lebih matang dan berpengalaman dalam memanfaatkan momentum penting.

Dengan lini pertahanan Rwanda yang kokoh, laga kemungkinan berlangsung tertutup dan minim gol. 

Namun efektivitas Benin dalam bola mati dan keberadaan Mounie di lini depan bisa menjadi pembeda.

Prediksi skor: Rwanda 0-1 Benin. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.