Perjudian John Herdman di Piala AFF 2026, Garuda Tanpa Bintang Eropa

AKURAT JAKARTA - Pelatih baru tim nasional (timnas) Indonesia, John Herdman, langsung mengambil kebijakan berani pasca-diresmikan oleh PSSI.
Pelatih berkebangsaan Inggris tersebut mengisyaratkan akan lebih memaksimalkan talenta pemain dari liga domestik untuk ajang Piala AFF yang dijadwalkan berlangsung mulai Juli mendatang.
John Herdman diperkenalkan secara resmi oleh federasi pada Selasa (13/1/2026) lalu di Jakarta. Hanya berselang beberapa hari, eks pelatih timnas Kanada ini menyampaikan tantangan strategisnya mengenai komposisi skuad Garuda.
Baca Juga: ASEAN Championship 2026: Ujian Strategi John Herdman dan Panggung Pemain Liga Lokal
Dia mengakui akan sulit membawa pemain yang berkarier di Eropa karena kendala kalender kompetisi.
"Turnamen di bulan Juli dan Agustus (Piala AFF) adalah sesuatu yang berbeda. Akan sulit untuk membawa pemain tier 1 dan 2 karena mereka memiliki komitmen dengan klub masing-masing, dan agenda itu di luar kalender FIFA," kata Herdman, dikutip Rabu (21/1/2026).
Keputusan Herdman untuk mengandalkan pemain liga lokal menempatkan dirinya pada dua tantangan besar. Pertama, Herdman secara tidak langsung menguji kapasitas kepelatihannya untuk meramu tim dengan materi pemain non-reguler di kancah internasional guna meraih hasil maksimal.
Baca Juga: Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Apresiasi Dinas Bina Marga Tuntaskan Ribuan Usulan Warga Hasil Reses
Kedua, kebijakan ini dipandang kontras dengan ambisi besar PSSI. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, beserta jajaran komite eksekutif berkali-kali menegaskan target untuk segera mengakhiri penantian panjang gelar juara di kawasan Asia Tenggara.
Sebagai agenda terdekat, Piala AFF semula diproyeksikan sebagai momentum bagi Indonesia untuk meraih trofi perdana. Namun, tanpa kehadiran pilar-pilar yang berkompetisi di Benua Biru, kekuatan skuad Garuda dinilai akan mengalami penyesuaian yang cukup signifikan.
Kans Indonesia untuk merengkuh gelar juara sejatinya masih terbuka lebar mengingat kualitas liga domestik yang terus berkembang.
Meski demikian, materi pemain yang "tak semewah" skuad utama di kualifikasi Piala Dunia tetap menjadi sorotan bagi para pecinta sepak bola nasional.
Kebijakan Herdman ini akan menjadi pertaruhan awal bagi kariernya di Tanah Air. Jika berhasil membawa tim lokal menjadi juara, ia akan mendapatkan kepercayaan penuh dari publik. Namun jika gagal, strategi menghindari konflik dengan klub Eropa ini akan menjadi bahan evaluasi serius bagi federasi.
Kini publik menanti, sejauh mana strategi "kemandirian" liga lokal yang diusung John Herdman mampu menjawab rasa penasaran Indonesia akan trofi Piala AFF. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



