Buntut Kerusuhan Persita vs Persija, Komdis PSSI Larang The Jakmania Away Setengah Musim dan Denda Puluhan Juta

AKURAT JAKARTA - Komisi Disiplin (Komdis) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mengambil tindakan tegas menyusul insiden kericuhan suporter pada pekan kelima Super League 2026/2027.
Sanksi berat resmi dijatuhkan kepada Persija Jakarta, di mana suporter setia mereka, The Jakmania, dilarang menghadiri laga tandang (away) selama setengah musim.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Utama I League, Ferry Paulus, saat merinci sejumlah sanksi yang diterima oleh klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut.
Sanksi ini diberikan buntut dari kerusuhan antar suporter yang terjadi dalam laga tandang Persija Jakarta melawan Persita Tangerang di Banten International Stadium.
Kronologi Kericuhan Suporter di Banten International Stadium
Kericuhan bermula ketika sejumlah oknum suporter Persita, Benteng Viola, melakukan provokasi dengan mencopot spanduk milik The Jakmania yang terpasang di tribun.
Tindakan tersebut sontak memicu amarah The Jakmania hingga berujung pada bentrokan fisik. Akibat keributan yang meluas di dalam stadion, wasit terpaksa memberhentikan pertandingan sejenak demi keamanan.
Ferry Paulus mengungkapkan bahwa Komdis PSSI membutuhkan waktu dua hari untuk merumuskan dan memutuskan sanksi yang adil bagi kedua belah pihak.
Alhasil, baik Persita Tangerang maupun Persija Jakarta sama-sama menerima hukuman setimpal atas tindakan suporter mereka.
Baca Juga: Korupsi Dana Bencana BNPB, KPK Endus Keterlibatan 2 Prajurit TNI Aktif
Rincian Sanksi dan Denda dari Komdis PSSI
Dalam keputusannya, Komdis PSSI tidak hanya melarang kehadiran suporter, tetapi juga menjatuhkan sanksi denda finansial yang cukup besar kepada panitia pelaksana (panpel) dan kedua klub.
"Panitia pelaksana pertandingan Persita di kompetisi Super League diputuskan oleh Komdis menerima denda sebesar Rp 40 juta. Pelanggaran yang dilakukan adalah gagal menjalankan tanggung jawab dalam menjaga ketertiban, keamanan, dan seterusnya," ujar Ferry Paulus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs NEC Nijmegen di UEL, 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Beruntun
- 2Prediksi Skor Olympiacos vs Sparta Praha di UEL, 23 Oktober 2026: Ujian Konsistensi Tuan Rumah di Georgios Karaiskakis
- 3Prediksi Skor Omonia vs Benfica di UEL, 23 Oktober 2026: Ujian Berat di Markas The Shamrock
- 4Prediksi Skor Hoffenheim vs Lyon di UEL, 23 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Hentikan Laju Les Gones?
- 5Prediksi Skor OFI Crete vs Bayer Leverkusen di UEL, 22 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Menghentikan Laju Die Werkself?
- 6Prediksi Skor Lille vs Galatasaray di UCL, 21 Oktober 2026: Duel Dua Tim Tanpa Poin di Pierre Mauroy
- 7Prediksi Skor Getafe vs Lugano di UECL, 22 Oktober 2026: Momentum Positif Tim Tamu Jadi Ancaman
- 8Prediksi Skor Celtic vs Celta Vigo di UEL, 23 Oktober 2026: Siapa yang Akhiri Tren Buruk di Eropa?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



