Hasil FP1 Moto3 Australia 2026: Veda Ega Pratama Melesat ke Posisi 7, Maximo Quiles Tercepat

AKURAT JAKARTA - Rangkaian seri balap Moto3 Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island resmi dimulai pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama, sukses mengawali pekan balap ini dengan catatan yang sangat positif pada sesi Free Practice 1 (FP1).
Rider andalan Honda Team Asia tersebut berhasil menyudahi sesi latihan bebas pertama dengan menempati posisi ketujuh.
Performa Veda sepanjang sesi menunjukkan grafik perkembangan yang signifikan dan menjanjikan untuk sesi-sesi berikutnya.
Veda Ega Pratama Sempat Terlempar dari 10 Besar
Jalannya sesi FP1 Moto3 Australia 2026 berlangsung sengit sejak menit-menit awal. Joel Kelso langsung menggebrak dengan memimpin sesi setelah lima menit berjalan lewat catatan waktu 1 menit 37,007 detik, dibuntuti oleh David Munoz dan Eddie O'Shea.
Pada fase awal ini, Veda Ega Pratama masih tertahan di posisi kesembilan. Persaingan ketat di lintasan Phillip Island membuat posisi pembalap dinamis dan terus berubah.
Brian Uriarte dari Red Bull KTM Ajo mulai menempel ketat catatan waktu Kelso yang sempat mempertajam waktunya menjadi 1 menit 36,880 detik.
Sengitnya persaingan sempat membuat Veda merosot hingga ke urutan ke-12, bahkan sempat turun lagi ke posisi ke-13 saat Kelso makin mempertajam catatan waktunya menjadi 1 menit 36,335 detik.
Ketegangan juga sempat meningkat di lintasan ketika terjadi insiden yang nyaris melibatkan pembalap di Tikungan 12.
Aksi Impresif Menjelang Akhir Sesi FP1
Perubahan peta persaingan terjadi ketika Maximo Quiles mulai menunjukkan kecepatan aslinya. Pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team tersebut mengambil alih posisi puncak dari Kelso dengan catatan 1 menit 36,199 detik.
Menjelang akhir sesi, persaingan berburu waktu tercepat makin memuncak. Maximo Quiles akhirnya mengukuhkan diri sebagai yang tercepat setelah mencetak waktu putaran terbaik 1 menit 35,439 detik tepat di penghujung sesi.
Di saat yang sama, Veda Ega Pratama menunjukkan mentalitas petarung. Sempat berada di luar 10 besar, pembalap Indonesia ini mampu memperbaiki catatan waktunya secara signifikan pada menit-menit krusial sebelum bendera finis berkibar, hingga akhirnya mengamankan urutan ketujuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs NEC Nijmegen di UEL, 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Beruntun
- 2Prediksi Skor Olympiacos vs Sparta Praha di UEL, 23 Oktober 2026: Ujian Konsistensi Tuan Rumah di Georgios Karaiskakis
- 3Prediksi Skor Omonia vs Benfica di UEL, 23 Oktober 2026: Ujian Berat di Markas The Shamrock
- 4Prediksi Skor Hoffenheim vs Lyon di UEL, 23 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Hentikan Laju Les Gones?
- 5Prediksi Skor OFI Crete vs Bayer Leverkusen di UEL, 22 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Menghentikan Laju Die Werkself?
- 6Prediksi Skor Lille vs Galatasaray di UCL, 21 Oktober 2026: Duel Dua Tim Tanpa Poin di Pierre Mauroy
- 7Prediksi Skor Getafe vs Lugano di UECL, 22 Oktober 2026: Momentum Positif Tim Tamu Jadi Ancaman
- 8Prediksi Skor Celtic vs Celta Vigo di UEL, 23 Oktober 2026: Siapa yang Akhiri Tren Buruk di Eropa?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




