Sukses Ubah Kawasan Pantai Ketapang yang Kumuh Jadi Tempat Wisata Modern, Zaki Iskandar Siap Beresi Masalah Pesisir Utara Jakarta

AKURAT JAKARTA - Salah satu masalah serius yang dihadapi pemimpin Jakarta di masa depan adalah abrasi air laut di pesisir utara Jakarta.
Abrasi itu menyebabkan hilangnya ekosistem dan amblasnya sebagian daerah pesisir. Hal ini mengakibatkan air laut sudah di atas daratan.
Ada sembilan wilayah pesisir di DKI Jakarta yang dapat mengalami dampak tersebut, yaitu: Kecamatan Cilincing, Kelapa Gading, Koja, Pademangan, Penjaringan, dan Tanjung Priok.
Menanggapi persoalan tersebut, Calon Gubernur (Cagub) DKI dari Partai Golkar, Ahmed Zaki Iskandar, menawarkan solusi kongkrit dan teruji. Salah satunya adalah dengan penanaman mangrove secara berkelanjutan.
"Kita akan lakukan penanaman mangrove secara konsisten, tidak setengah-setengah. Ini yang menyebabkan abrasi, karena inkonsistensi penanaman mangrove," ujar pria yang akrab disapa Bang Zaki ini.
Zaki Iskandar tidak sekedar bicara. Mantan Bupati Tangerang dua periode ini telah membuktikannya.
Saat menjabat Bupati Tangerang, Zaki sukses mengubah daerah abrasi dengan kualitas air yang menurun di kawasan Pantai Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.
Pantai Ketapang ini lokasinya tak jauh dari Kawasan pesisir utara Jakarta. Di Pantai Ketapang ini, Bang Zaki mengomandoi penanaman hutan mangrove pada lahan seluas 26,9 hektar.
Langkah itu nyatanya berhasil. Buktinya Desa Ketapang kembali produktif dengan usaha tambak karena kualitas air yang membaik.
Bahkan kepiting horseshoe atau belangkas yang termasuk langka, muncul di perairan Ketapang.
Tak hanya itu. Zaki Iskandar juga berhasil memberdayakan ekonomi masyarakat pesisir yang tinggal di Kawasan Pantai Ketapang.
Karena menurut Zaki Iskandar, pemberdayakan ekonomi masyarakat menjadi kunci. Tanpa pemberdayaan ekonomi, akan sulit untuk mengentaskan kemiskinan masyarakat pantai.
Baca Juga: Pengamat: Ridwan Kamil Mending di Jabar, Bisa Jaga Kestabilan Suara Partai Golkar hingga Pemilu 2029
Zaki Iskandar pun mencetuskan pembangunan Ketapang Urban Aquaculture. Kawasan yang tadinya kumuh, diubah menjadi tempat wisata modern yang sekaligus menciptakan usaha baru bagi warga setempat.
Banyak rumah makan atau kafe di Ketapang Urban Aquaculture. Namun jangan khawatir, aktivitas nelayan juga tetap jalan. Karena ikan-ikan kembali ke kawasan mangrove.
Maka wajar jika Partnerships in Environmental Management for the Seas of East Asia (PEMSEA) atau negara-negara di kawasan Asia Timur yang punya garis pantai, menjadikan kawasan Ketapang Urban Aquaculture ini sebagai percontohan dunia.
Bahkan karena kesuksesannya itu, Bang Zaki juga menjadi konsultan bagi negara-negara Asia Timur anggota PEMSEA, untuk pembangunan kawasan kota-kota pesisir.
“Tata kelola yang baik di kawasan pesisir bukan hal yang mudah dan memerlukan konsistensi. Juga menyadarkan Masyarakat bahwa laut dan pesisir adalah satu kesatuan yang bisa menghadirkan kehidupan yang lebih baik,” kata Ketua DPD Golkar DKI Jakarta ini.
Zaki Iskandar pun bercerita bagaimana usahanya mengubah kawasan pesisir itu menjadi produktif tapi juga tetap menjaga alam.
"Pada 1980-1990 itu tambak udang di pesisir pantai tidak lagi produktif. Kemudian pada 1990 beralih ke tambak bandeng hingga tahun 2000, karena kondisi air jelek jadi stunting ikan bandeng-nya. Namun sekarang akhirnya upaya kita sejak 2014 berbuah hasil," katanya.
Baca Juga: 10 Manfaat Kentang untuk Kesehatan Tubuh, Bukan Sumber Karbohidrat Biasa!
Karena keberhasilan menyandingkan kawasan pesisir dan memberikan banyak manfaat ekonomi bangi warganya, Kawasan Ketapang ini menjadi pusat percontohan dan menjadi rujukan bagi dunia internasional yang tergabung dalam PEMSEA.
Meski gencar membangun kawasan pesisir, Bang Zaki tak lupa soal penggunaan air tanah yang dapat menurunkan permukaan tanah. Untuk itu dirinya membangun saluran pipa komunal PDAM di daerah pesisir.
"Tanah terus turun itu karena penggunaan air tanah berlebihan. Makanya di pesisir itu kita lakukan pembangunan pipa komunal untuk mengurangi penggunaan air tanah," ungkapnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



