Jakarta

Bang Zaki Ungkap Biang Kerok Krisis Air Bersih di Pesisir Jakarta, Ini Solusi yang Ditawarkan

Ainun Kusumaningrum | 21 Juni 2024, 13:56 WIB
Bang Zaki Ungkap Biang Kerok Krisis Air Bersih di Pesisir Jakarta, Ini Solusi yang Ditawarkan

AKURAT JAKARTA - Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar atau Bang Zaki mengatakan, salah satu faktor utama yang menyebabkan krisis air bersih di pesisir Jakarta adalah intrusi air laut.

Intrusi air laut semakin memperburuk kondisi air tanah di pesisir Jakarta yang mengakibatkan sumber air tanah menjadi asin dan tidak layak konsumsi.

"Air tanah yang ada sudah tercemar dan tidak bisa lagi digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Bang Zaki dikutip Jumat (21/6).

Baca Juga: Elektabilitas Bacagub DKI Jakarta Zaki Iskandar Terus Naik, Faktor Blusukan Menyapa Warga Jakarta

Bang Zaki juga menyoroti buruknya infrastruktur air bersih di daerah pesisir. Jaringan pipa air bersih yang tersedia belum memadai untuk memenuhi kebutuhan seluruh warga.

“Banyak daerah yang belum terjangkau oleh jaringan pipa air bersih, sehingga warga harus membeli air dari penjual keliling atau depot-depot air,” katanya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, kata Bang Zaki, pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak swasta.

Baca Juga: Ketum Golkar Airlangga Hartarto Bantah soal KIM Sepakat Usung Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta

Antara lain seperti pembangunan instalasi pengolahan air bersih dan perbaikan jaringan pipa air.

“Kami perlu bekerja sama untuk membangun instalasi pengolahan air bersih di wilayah pesisir dan memperbaiki jaringan pipa yang ada," katanya.

Masyarakat juga diajak untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan mengurangi pencemaran air.

Baca Juga: Masih Edisi Lebaran Kurban, Resep Semur Daging Nikmat Mudah Dibuat

“Masyarakat juga harus ikut berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, agar sumber air kita tetap bersih dan bisa digunakan,” tuturnya.

Jika tidak segera dibenahi banyak masyarakat di wilayah pesisir terpaksa membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari karena minimnya pasokan air yang layak.

"Banyak warga yang terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air bersih, yang seharusnya bisa diakses secara gratis dan mudah," katanya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.