Jakarta

Duet Anies-Sohibul Dinilai Tak Ideal Karena Satu Awak, Presiden PKS: Kami Sudah Dapat Sinyal Positif dari Partai NasDem

Yasmina Nuha | 27 Juni 2024, 18:16 WIB
Duet Anies-Sohibul Dinilai Tak Ideal Karena Satu Awak, Presiden PKS: Kami Sudah Dapat Sinyal Positif dari Partai NasDem

AKURAT JAKARTA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Syaikhu, merespon anggapan miring terkait pasangan Cagub-Cawagub DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sohibul Iman, yang diusung PKS.

Pasangan Anies-Sohibul dianggap pasangan tak ideal karena berasal dari satu awak, yaitu PKS.

Meski Anies bukan kader PKS, namun selama ini Namanya sudah melekat dengan PKS. Sedangkan Sohibul Iman merupakan mantan Presiden PKS.

Syaikhu pun menanggapi penilaian tersebut dengan berpandangan bahwa pasangan tersebut sudah ideal untuk berkontestasi dalam Pilgub DKI 2024.

Baca Juga: Hasil Drawing Kualifikasi Piala Dunia: Indonesia Grup C Bareng Jepang, Australia, Saudi Arabia, Bahrain dan Tiongkok

"Pasangan ini menurut pandangan kami pasangan yang ideal untuk Jakarta yang sudah dijadikan dan dideklarasikan sebagai kota global," katanya di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2024).

Syaiku juga menilai bahwa riwayat pendidikan kedua pasangan tersebut sudah tidak perlu diragukan lagi karena berlevel internasional dan berwawasan global.

"Saya kira dua kandidat ini bukan kandidat yang kehidupannya lokal, mereka juga sudah mengalami pendidikan di luar negeri, dan bahkan berbagai wawasan global yang mereka miliki," katanya.

Lanjutnya, ia pun berharap dengan berpendidikan dan berwawasan global tersebut dapat menjadi modal utama pasangan ini memimpin Jakarta selama 5 tahun ke depan.

Sebelumnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi mengusung pasangan Anies Rasyid Baswedan sebagai Bakal Calon Gubernur (Bacagub) dan Mohamad Sohibul Iman sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur (Bacawagub) pada Pilkada DKI 2024.

Keputusan ini disampaikan oleh Presiden PKS Ahmad Syaikhu pada saat pembukaan Sekolah Kepemimpinan Partai, Selasa (25/6/2024).

Baca Juga: Simak Cara Cek Universitas Swasta yang Menerima Mahasiswa Peserta KIP Kuliah 2024, Bisa Jadi Pilihan yang Belum Lolos SNPMB

Dalam keputusan itu, Syaikhu juga mengatakan bahwa PKS tidak bisa sendirian dalam pengusungan calon di Pilkada karena jumlah kursi yang dimiliki belum memenuhi syarat. 

"PKS telah membangun komunikasi dengan Partai NasDem dan alhamdulillah mendapatkan sinyal positif untuk membangun kerja sama di Pilkada DKI Jakarta," katanya.

Namun, banyak publik dan pengamat politik yang menilai bahwa kedua pasangan tersebut tidak ideal lantaran berada di satu awak atau partai yang sama.

PKS pun dinilai akan kesulitan mencari koalisi dari partai lain jika tetap mempertahankan Sohibul sebagai cawagub dari Anies. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.