Buka Muktamar PKB di Bali, Wapres Ma'ruf: Karena Didirikan Ulama, PKB Harus Terapkan Gerakan Politik Kyai, Bukan Kyai Politik

AKURAT JAKARTA - Muktamar VI Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi dibuka oleh Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin, pada Sabtu (24/8) malam.
Dalam sambutannya, Wapres Ma'ruf menegaskan bahwa PKB memang didirikan oleh ulama dan kyai Nahdlatul Ulama (NU). Namun sekarang tak hanya milik NU, tapi milik semua kelompok.
"PKB didirikan oleh ulama dan nahdliyin karena ingin punya kendaraan politik untuk menyalurkan aspirasi mereka. Namun dalam perkembangannya, PKB menjadi milik semua kelompok," ujar Ma'ruf Amin.
Sebagai kendaraan politik, kata Wapres, PKB bukan tujuan akhir, tapi sebagai sarana atau alat untuk mendapatkan kebaikan bagi masyarakat.
Apalagi, lanjutnya, PKB adalah partai perjuangan. Partai yang didirikan oleh kyai, sehingga tak pernah berhenti berjuang untuk kebaikan.
"Sebagai partai yang dirikan oleh ulama, PKB menerapkan gerakan politik kyai, bukan kyai politik. Bukan kyai ngikut politik, tapi politik yang ikut kyai. Ikut apa kata kyai," ujar Wapres.
Wapres juga mengungkapkan jika dalam 26 tahun perjalanannya, PKB selalu menjadi bagian dari pemerintah. Sebab, dengan bergabung dalam pemerintahan, PKB bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Baca Juga: Hasil Survei ASI: Elektabilitas Maesyal-Intan Capai 61 Persen Jelang Pilkada Tangerang 2024
Selain Wapres, hadir dalam pembukaan Muktamar VI PKB antara lain, Menko Polhukam Hadi Tjahjanto, jajaran pimpinan partai politik, seperti Sekjen PKS Aboe Bakar Al Habsyi.
Kemudian, ada juga Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah, Wakil Ketua MPR yang juga pengurus PPP Amir Uskara, Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily, hingga Waketum PAN Yandri Susanto. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


