Jakarta

Ini 4 Skenario yang Berpeluang Loloskan Anies Baswedan di Pilgub Jakarta 2024, Nomor 4 Ada Aroma Balas Dendam, Waktu Pendaftaran Tinggal Sehari

Sastra Yudha | 28 Agustus 2024, 10:24 WIB
Ini  4 Skenario yang Berpeluang Loloskan Anies Baswedan di Pilgub Jakarta 2024, Nomor 4 Ada Aroma Balas Dendam, Waktu Pendaftaran Tinggal Sehari

AKURAT JAKARTA - Hingga satu hari menjelang penutupan pendaftaran calon gubernur (Cagub) dan calon wakil gubernur (Cawagub) Jakarta, nasib Anies Baswedan belum jelas juga.

Waktu pendaftaran tinggal satu hari besok, mantan gubernur Jakarta yang memiliki elektabilitas paling tinggi ini terancam kalah sebelum bertanding.

Namun peluang untuk Anies belum benar-benar tertutup. Masih ada 4 skenario yang bisa memberikan jalan bagi Anies maju di Pilkada Jakarta 2024.

Baca Juga: Yang Mau Jadi Intelijen Negara Merapat, Ini Formasi dan Syarat CPNS BIN 2024

Sebab, politik itu dinamis. Semua kemungkinan masih bisa terjadi. Bahkan ketika peluang itu tinggal seukuran lubang jarum.

Berikut ini 4 scenario yang memungkinkan Anies maju di Pilkada Jakarta:

1. Anies-Rano Karno Diusung PDIP

Paska putusan MK, PDI Perjuangan disebut-sebut bakal mengusung Anies - Rano Karno di Pilgub Jakarta. Bahkan, Anies sudah bertemu petinggi PDIP di DPD Jakarta. Anies pun sudah datang ke kantor DPP PDIP.

Belakangan, ada kabar yang menyebut PDIP urung mengusung Anies-Rano. Beredar kabar, PDIP akan mengusung kader internal, yaitu Pramono Anung - Rano Karno.

Namun semua itu baru wacana yang beredar. Belum dalam bentuk surat rekomendasi ketua umum PDIP, Megawati Soekarno Putri.

Sebab, urusan pencalonan gubernur dan wakil gubernur merupakan hak prerogative Megawati. Bisa saja di injury time Mega mengusung Anies - Rano Karno.

Baca Juga: Tak Hanya Olimpiade, Hari Ini Para Atlet Siap Berlaga di Paralimpiade Paris 2024

2. Jalur Koalisi Partai Non-Parlemen

Anies masih bereluang maju di Pilkada Jakarta lewat partai non-parlemen di DPRD Jakarta. Jika ditotal, suara sah gabungan partai politik mencapai lebih dari 7,5 persen.

Sebagaimana diketahui, putusan terbaru dari Mahkamah Konstitusi (MK), sayarat pencalonan bukan lagi 20 persen kursi parlemen, akan tetapi minimal 7,5 persen suara sah partai politik atau gabungan partai politik.

Dengan demikian, partai politik atau gabungan partai politik yang ingin mendaftarkan Cagub-cawagub, syaratnya minimal memiliki 7,5 persen suara atau 454.885 suara sah di Provinsi Jakarta.

Ada Sembilan partai non-parlemen plus yang dapat berkoalisi sehingga dapat mengusung Anies.

Yaitu: Partai Perindo, PPP, Partai Buruh, Partai Gelora, Partai Ummat, Partai Hanura, PKN, PBB dan Partai Garuda. Total perolehan suaranya mencapai 576.849 suara sah.

Baca Juga: Simak Formasi CPNS 2024 Khusus Disabilitas, Lengkap dengan Cara Daftar dan Syaratnya

3. Koalisi PKB Usung Anies-Muhaimin

Beredar wacana mengulang Pilpres 2024, yaitu memasangkan Anies Baswedan dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, untuk maju di Pilgub Jakarta.

Pasangan Anies-Muhaimin yang dalam Pilpres lalu disingkat jadi AMIN, akan diusung oleh PKB plus partai-partai non-parlemen.

Dalam pileg 2024 lalu, Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB mendapatkan 470.682 suara di Jakarta. Jumlah ini sudah lebih dari 454.885 suara sah sesuai putusan MK untuk Pilkada Jakarta.

4. Gerindra cabut Dukungan dari RK dan Usung Anies - Riza Patria

Anies Baswedan-Riza Patria adalah pasangan incumbent Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta periode sebelumnya.

Riza Patria merupakan kader senior Gerindra yang menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta pendamping Anies, setelah Sandiaga Uno mundur karena menjadi Cawapres Prabowo di Pilpres 2019.

Wacana Anies - Riza Patria Kembali mencuat ke publik, setelah Partai Golkar menarik dukungan dari Andra Soni - Dimyati di Pilgub Banten, dan mengalihkan ke Airin Rachmi Diany - Ade Sumardi.

Padahal, surat rekomendasi atau B1 KWK dari Golkar telah diserahkan ke Andra Soni, yang merupakan kader Gerindra. Namun hanya sehari setelahnya, surat rekomendasi itu dicabut dan dialihkan ke Airin-Ade Sumardi, yang diusung PDIP.

Kabarnya, keputusan DPP Golkar yang mendadak putar balik ini membuat kecewa Gerindra. Partai besutan Presiden Terpilih, Prabowo Subianto, ini pun dikabarkan berencana tarik dukungan dari Ridwan Kamil-Suswono di Pilkada Jakarta.

Baca Juga: Jika Partai Non-Parlemen Berkoalisi Bisa Usung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta 2024, Dimotori Partai Buruh dan Hanura, Begini Hitung-hitungannya

Diketahui, Ridwan Kamil alias RK merupakan kader Golkar. Sedangkan Suswono adalah kader PKS.

Di Pilgub Jakarta, Gerindra akan mengalihkan dukungan ke Anies Baswedan yang akan dipasangkan dengan Riza Patria.

Riza Patria pun telah mundur dari pencalonan sebagai Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang berpasangan dengan Marsel Widiyanto. (*)

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.