Jakarta

PKB Bantah Membelot di Pilkada Jakarta, Tegaskan Kader yang Bertemu Pramono Bukan Pengurus

Ainun Kusumaningrum | 31 Oktober 2024, 14:43 WIB
PKB Bantah Membelot di Pilkada Jakarta, Tegaskan Kader yang Bertemu Pramono Bukan Pengurus

AKURAT JAKARTA - Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jakarta, Hasbiallah Ilyas, angkat bicara usai ada kadernya yang ikut bertemu dengan Calon Gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung.

Pertemuan Pramono dengan tujuh kader partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus tersebut menjadi sorotan.

Pasalnya KIM Plus merupakan partai pengusung dari pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) di Pilkada Jakarta 2024.

Baca Juga: Berdasarkan Hasil Survei PPI Terkait Pilkada Jakarta, Ridwan Kamil-Suswono Hanya Kalah dari Pramono-Rano di Jakbar, Berikut Data Lengkapnya

Adapun, dua kader PKB yang ikut bertemu dengan Pramono pagi ini yakni Ahmad Syukri dan Redim Okto Fudin.

Hasbiallah menegaskan, keduanya bukanlah bagian dari pengurus PKB. Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut berdasarkan sikap pribadi dan bukan berdasarkan instruksi partai.

Kendati begitu, Hasbiallah menyebut bahwa Ahmad Syukri adalah bagian dari pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Jakarta.

Baca Juga: Hasil Survei Terbaru Poltracking Indonesia: Ridwan Kamil- Suswono Berpeluang Menangi Pilkada Jakarta 2024 dalam Satu Putaran

“Pak Syukri itu pengurus NU, Pengurus MWC NU DKI. Pengurus NU dia,” kata Hasbiallah kepada Akurat.co, Kamis (31/10/2024).

Di sisi lain, berdasarkan informasi yang ia dapat, PWNU DKI Jakarta juga sudah mengarahkan dukungannya kepada pasangan Pramono Anung-Rano Karno.

“Dan memang yang saya tahu PWNU DKI sudah ke Pak Pram,” tambahnya.

Baca Juga: Partai Buruh Resmi Deklarasi Dukung RIDO di Pilkada Jakarta 2024, Ridwan Kamil: Siapkan Sosok untuk Jadi Penasihat Gubernur

Oleh karenanya, PKB juga tidak akan memberikan sanski kepada figur tersebut karena PWNU memiliki sikap yang independen dan tidak terikat dengan PKB.

Ia menyebut, PKB dan PWNU juga merupakan dua entitas yang berbeda. PKB merupakan partai politik, sementara PWNU merupakan organisasi kemasyarakatan (ormas).

Hasbiallah juga tak terima ketika PKB dicap membelot pasca adanya pertemuan dua kader tersebut dengan Pramono.

Ia menegaskan, PKB akan tetap tegak lurus mendukung pasangan RIDO.

Apalagi, dirinya juga hampir setiap hari menggelar rapat bersama rekan-rekan partai koalisi di DPD Golkar Jakarta untuk upaya memenangkan pasangan RIDO.

“Ya nggak membelot dong, orang saya sebagai Ketua Partai (PKB Jakarta) itu setiap hari, pengurus partai ya, rapat kok di Golkar. SK udah kita kasih, sudah dateng ke KPU ya tetap (mendukung) dong,” ungkapnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.