Picu Kontroversi, Menteri HAM Natalius Pigai Ajukan Penambahan Staf dari 188 ke 2.544 Orang dengan Anggaran Rp1,2 Triliun untuk Gaji dan Tunjangan

AKURAT JAKARTA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai kembali menuai sorotan setelah mengajukan rencana penambahan jumlah staf di kementeriannya, dari semula 188 orang menjadi 2.544 orang.
Dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR pada Kamis (31/10/24) pagi, Pigai menjelaskan bahwa tambahan pegawai ini diperlukan guna mendukung kinerja kementerian dalam melaksanakan program HAM yang disebut-sebut sebagai program yang menyentuh individu langsung.
Pengajuan ini diiringi dengan permintaan anggaran tambahan yang cukup signifikan, yakni sebesar Rp1,2 triliun khusus untuk membayar gaji dan tunjangan staf tersebut.
Pigai memaparkan bahwa dengan staf sebanyak 2.544 orang, kebutuhan anggaran untuk belanja pegawai akan meningkat pesat, yang ia pandang penting untuk memastikan implementasi program-program HAM berjalan efektif di berbagai daerah.
"Kalau saya punya staf (sebanyak) 2.544 (orang), maka hanya untuk gaji dan tunjangan itu membutuhkan lebih dari (Rp) 1 Triliun," jelas Menteri HAM Natalius Pigai di hadapan para anggota DPR, dilansir dari YouTube Metro TV, pada Jumat (1/11).
Tidak hanya itu, pengajuan anggaran ini menambah kontroversi, mengingat sebelumnya Pigai sempat mengusulkan penambahan anggaran total sebesar Rp20 triliun bagi kementeriannya.
Dana tersebut mencakup berbagai program, termasuk alokasi Rp8 triliun untuk sosialisasi HAM di masyarakat bawah.
Menurut Pigai, program tersebut akan membentuk 83.000 kelompok HAM di desa-desa dengan anggaran Rp100 juta per kelompok, sebuah langkah ambisius yang ia nilai perlu demi meningkatkan kesadaran HAM di seluruh lapisan masyarakat.
Pro-kontra mengenai usulan ini terus berkembang. Sementara Pigai berpendapat penambahan staf dan alokasi anggaran besar diperlukan untuk mencapai target-target besar yang diinginkannya, kritik dari berbagai kalangan menilai perlunya pengkajian ulang terhadap program serta analisis yang lebih transparan agar penggunaan anggaran tersebut dapat dipertanggungjawabkan dengan jelas.
Sebelumnya, Pigai menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya penambahan anggaran yang besar untuk pembangunan HAM di Indonesia.
Menurutnya, dana lebih dari Rp20 triliun diperlukan untuk membangun infrastruktur fisik dan nonfisik terkait HAM, seperti regulasi, perlindungan warga negara, dan pemenuhan hak dasar masyarakat.
Baca Juga: Usai Dihajar Massa, Polisi Ungkap Pelaku Supir Truk Kontainer di Tangerang Masih Ngigau
Pigai menekankan bahwa sebagai seorang yang berpengalaman di lapangan HAM, ia ingin memastikan kementeriannya memiliki sumber daya yang memadai.
"Kalau negara punya anggaran, maunya di atas Rp20 triliun, dan saya bisa membangun. Jangan anggap saya remeh," ujar Pigai dilansir dari Antara pada Jumat (1/11), saat menghadiri acara penyambutan di Kantor Direktorat Jenderal HAM, Jakarta, Senin (21/10).
Rencana besar Pigai ini memicu banyak perbincangan publik, terutama mengenai efektivitas dan efisiensi anggaran yang ia usulkan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe di UNL, 6 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 2Prediksi Skor Kroasia vs Spanyol di UNL, 7 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan 0-7?
- 3Prediksi Skor Inggris vs Ceko di UNL, 7 Oktober 2026: Mampukah The Three Lions Lanjutkan Tren Gemilang?
- 4Raker HAPPI Jatim 2026, Prof Zainul Hidayah Terpilih Jadi Ketua
- 5Kebakaran Menteng Atas: 74 Warga Masih Mengungsi, Golkar DKI Siapkan Konsumsi dan Kebutuhan Mendesak Lainnya
- 6Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Tapi Mengapa Ranking FIFA Indonesia Tidak Naik? Ini Penjelasannya!
- 7Tinjau Kebakaran di Menteng Atas, Legislator Golkar Basri Baco Dorong Mobil Pemadam Ada di Tiap Kelurahan
- 8Pimpin Apel Oktober 2026, Bupati Tangerang Beri Peringatan Keras: Tak Boleh Ada Asbak di Ruang Pelayanan
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




