Jakarta

PKS Jadi Partai Pertama yang Dikunjungi Golkar DKI Jakarta, Basri Baco: Dia Pemenang Pemilu

Ainun Kusumaningrum | 21 Mei 2024, 14:18 WIB
PKS Jadi Partai Pertama yang Dikunjungi Golkar DKI Jakarta, Basri Baco: Dia Pemenang Pemilu

 

AKURAT JAKARTA - Sekretaris DPD Golkar DKI Jakarta Basri Baco mengatakan, setelah Pemilu pihaknya melakukan silaturahmi politik ke semua partai.

DPD Golkar DKI Jakarta memulai silaturahmi politik dengan mengunjungi partai politik yang lolos dalam Pileg 2024 DPRD DKI Jakarta.

Parpol pertama yang didatangi Golkar adalah PKS di kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS DKI Jakarta pada Selasa, 14 Mei lalu.

Baca Juga: Saldo DANA Gratis Aman Cair Rp 500 Ribu, Fokus Lakukan Langkah Berikut Ini

Basri Baco menanggapi terkait PKS sebagai yang pertama dikunjungi, itu sebenarnya hal yang biasa.

"Silaturahmi politik, Golkar sedang merencanakan silaturahmi politik ke semua partai. Dimulai dari partai nonkoalisi 02," kata Basri Baco kepada wartawan, Selasa (21/5).

Menurut dia, alasan PKS menjadi yang pertama dikunjungi adalah karena partai berlogo bulan sabit dan padi itu merupakan pemenang Pileg 2024 di Jakarta.

Baca Juga: Malu-malu Kucing, PDIP Sarankan Anies Baswedan Inisiatif Daftar Jika Ingin Diusung di Pilkada DKI Jakarta 2024

PKS memperoleh suara terbanyak dengan 18 kursi DPRD DKI di periode 2024-2029, menggeser posisi PDIP.

Sementara, di Pileg DPRD DKI 2024, Golkar memperoleh 10 kursi atau bertambah 4 kursi dari periode sebelumnya.

"Kan dia pemenang pemilu di Jakarta sehingga ada baiknya kita sowan pertama, kan kepada pemenang pemilu kita menghargai yang menang," ungkap Baco.

Meski sempat beda koalisi di Pilpres 2024, Baco menilai Golkar dan PKS memiliki ideologi partai yang masih berkaitan.

Baco berharap kedua partai ini bisa bekerja sama dalam membangun Jakarta jika nantinya berkoalisi maupun tidak.

"Dengan PKS juga kita sampaikan bahwa Golkar merupakan partai yang religius dan nasionalis, bukan hanya nasionalis," ungkapnya.

Baco mengaku pertemuan yang dibalut halalbihalal tersebut tidak bisa dilepaskan dari pembahasan politik.

Khususnya, rencana pengusungan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2024. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.