Jakarta

Sindir Rano Karno, Jubir RIDO: Ridwan Kamil Asli Ahlinya Tata Kota Berkelas Dunia, Bukan Insinyur dalam Cerita Sinetron

Sastra Yudha | 17 November 2024, 22:00 WIB
Sindir Rano Karno, Jubir RIDO: Ridwan Kamil Asli Ahlinya Tata Kota Berkelas Dunia, Bukan Insinyur dalam Cerita Sinetron

AKURAT JAKARTA - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur (Cagub-Cawagu) DKI Jakarta baru saja melakukan debat ketiga atau terakhir, Minggu (17/11/2024) malam tadi.

Debat yang digelar di Golden Ballroom Hotel Sultan, Jakarta Pusat, tadi mengusung tema perkotaan dan perubahan iklim.

Bicara perkotaan, tak lepas dari masalah tata kota. Cagub nomor urut 1, Ridwan Kamil, terlihat sangat menguasai masalah tata kota.

Baca Juga: KEREN! Maesyal Rasyid Targetkan Bedah 5.000 Rumah Tak Layak Huni Jika Terpilih Jadi Bupati Tangerang, Lanjutkan Program Zaki Iskandar

Hal itu karena kompetensi mantan wali kota Bandung dan Gubernur Jawa Barat itu memang sangat kuat di bidang tata kota.

Ridwan Kamil memiliki latar belakang sebagai arsitek. Ia merupakan insinyur lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Master Urban Design dari University of California, Berkeley, Amerika.

Juru Bicara (Jubir) pasangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), Fahlino Sjuib, mengatakan bahwa Ridwan Kamil adalah ahli tata kota sesungguhnya, yang karyanya telah diakui dunia. "Dia bukan insinyur yang lahir dari cerita sinetron," tegasnya.

Pernyataan Fahlino ini seolah menyindir Cawagub nomor urut 3, Rano Karno. Diketahui, Rano Karno meraih gelar insinyur hanya dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan.

Dalam kehidupan nyata, Rano Karno bukanlah seorang insinyur. Ia merupakan aktor yang juga politisi PDI Perjuangan.

Baca Juga: Pendaftaran Pegawai PPPK 2024 Tahap 2 Resmi Dibuka Mulai Hari Ini, Berikut Syarat dan Cara Daftar, Serta Kisi-kisi Seleksi

Sementara Ridwan Kamil memang telah membuktikan kemampuannya dalam merancang dan menata kota-kota besar di dunia.

Ridwan Kamil berpengalaman merancang proyek-proyek internasional, seperti Marina Bay Water Front Master Plan di Singapura, Beijing Finance Street Super Block dan Ningbo Newton di Tiongkok, serta Masjid Syaikh ‘Ajlin di Gaza, Palestina.

Proyek-proyek ini mencerminkan keahlian beliau dalam merancang ruang publik dan bangunan monumental yang tidak hanya indah, tetapi juga berfungsi dengan baik dalam konteks sosial dan ekonomi.

Karena sumbangsihnya pada bidang pembangunan dan tata kota, Ridwan Kamil menerima penghargaan internasional berupa dua gelar doktor kehormatan dan satu gelar profesor kehormatan.

Gelar Doktor Kehormatan di bidang Administrasi Publik diberikan oleh Dong-A University, Korea Selatan.

Sementara gelar serupa di bidang Inovasi Pembangunan dan Kepemimpinan disematkan oleh University of Glasgow.

Gelar Profesor Kehormatan diterima Ridwan Kamil dari L.N. Gumilyov Eurasian University di Kazakhstan, salah satu universitas terbaik di dunia.

Baca Juga: Malam Nisfu Sya'ban Jatuh pada Tanggal Berapa di Tahun 2025? Berikut Beberapa Keutamaannya, Umat Islam Harus Tahu Nih!

"Ridwan Kamil sudah punya pengalaman yang diakui oleh dunia internasional. Ini bisa menjadi bukti bahwa ia bisa menjawab persoalan tata kota dan lingkungan di Jakarta," lanjut Fahlino.

Selain pengakuan internasional, Ridwan Kamil juga memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam menata kota Jakarta.

Sebelum menjadi Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pernah menjabat sebagai staf ahli Gubernur Jakarta Sutiyoso dan Fauzi Bowo, selama tujuh tahun.

Dengan pengalaman sebagai staf ahli gubernur Jakarta bidang pembangunan infrasturktur dan tata kota, tugas untuk menata Jakarta bukanlah hal baru bagi pria yang akrab disapa Kang Emil ini.

Menurut Fahlino, program yang diusung pasangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) berlandaskan pengalaman dan ide segar yang dapat membawa Jakarta menjadi lebih maju dan berkembang.

Salah satu inisiatif Ridwan Kamil adalah membangun apartemen di atas pasar yang ada di Jakarta.

Baca Juga: Terungkap! Hampir 15 Ribu Tenaga Kerja di Jakarta Terkena PHK di Tahun 2024, Terbanyak di Indonesia, Berikut 10 Provinsi Terbesar Jumlah PHK

Program ini selain memenuhi kebutuhan hunian, juga untuk mengurangi beban generasi muda yang bekerja di ibu kota.

"Di Jakarta itu ada 150-an pasar. Kalau ini bisa bangun hunian untuk warga, manfaatnya akan sangat besar. Warga tak perlu menempuh perjalanan jauh lagi untuk bekerja, tingkat stres berkurang, dan mereka bisa menambah pundi-pundi tabungannya,” katanya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.