Jakarta

Harga Pangan di Jakarta Terus Naik, Bang Zaki Iskandar Khawatir Masyarakat akan Mengalami Malnutrisi

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 8 November 2023, 17:38 WIB
Harga Pangan di Jakarta Terus Naik, Bang Zaki Iskandar Khawatir Masyarakat akan Mengalami Malnutrisi

AKURAT JAKARTA - Harga pangan di Indonesia, khususnya DKI Jakarta, terus merangkak naik imbas dari kemarau panjang.

Ini pun menjadi sorotan berbagai pihak, termasuk Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar atau yang akrab disapa Bang Zaki.

Bang Zaki mengaku prihatin atas permasalahan kenaikan harga pangan dan bahan pokok di DKI Jakarta. Ia pun menilai, hal ini sudah mencederai hak masyarakat.

"Ini telah mencederai hak masyarakat untuk mendapatkan akses pangan murah," katan Bang Zaki.

Baca Juga: Rundown Konser Emas 50 Tahun God Bless di Istora Akhir Pekan Ini, Ada Kaka Slank, Anggun hingga Nicky Astria

Sambungnya, ini sangat memperihatinkan karena Indonesia merupakan negara agraris. Sedangkan, warganya justru kesulitan mendapatkan akses pangan murah.

Mantan Bupati Tangerang dua periode itu menyebut, persoalan pangan murah ini selalu menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung usai.

Dikatakan Zaki, jika persoalan ini terus berlanjut dapat berdampak buruk bagi masyarakat, terutama dalam hal kesehatan.

"Jika begini terus, masyarakat akan mengalami malnutrisi akibat ketidaktersediaan pangan yang membuat harga naik signifikan," pungkas pria yang digadang-gadang maju di Pilgub DKI 2024 nanti.

Baca Juga: Disney Pro Israel,  Seruan Boikot Film The Marvel Ramai di Medsos

Dilansir dari laman Pangan Jakarta sejumlah bahan pangan dan pokok per hari ini, Rabu, 8 November 2023 mengalami kenaikan.

Adapun beberapa harga pangan terkini, beras tertinggi mencapai Rp14.791/kg, minyak goreng Rp16.102/kg, cabai rawit merah 91.116/kg, bawang merah Rp34.209/kg dan bawang putih Rp40.534/kg. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.