Jakarta

Pesisir Jakarta Terancam Tenggelam, Bang Zaki Punya Solusinya, Pengalaman Membangun Kawasan Pantai Ketapang yang Kini Jadi Percontohan Dunia

Sastra Yudha | 28 November 2023, 16:09 WIB
Pesisir Jakarta Terancam Tenggelam, Bang Zaki Punya Solusinya, Pengalaman Membangun Kawasan Pantai Ketapang yang Kini Jadi Percontohan Dunia

AKURAT JAKARTA - Jakarta memiliki tantangan hebat dalam menangani kawasan pesisirnya. Salah satu isu besar yang dihadapi adalah terkait abrasi.

Jika tak segera ditangani dengan baik, dapat menyebabkan hilangnya ekosistem yang berdampak pada hilangnya sebagian kawasan pesisir karena tenggelam.

Sedikitnya ada 9 kawasan pesisir di DKI Jakarta yang dapat mengalami dampak tersebut. Antara lain; Kecamatan Cilincing, Kelapa Gading, Koja, Pademangan, Penjaringan dan Tanjung Priok.

Jakarta sendiri memiliki total garis pantai 120 km, dengan 46,2 km kondisinya kritis. Air laut sudah di atas daratan. Hal ini bisa menenggelamkan kawasan pesisir di Jakarta Utara.

Apalagi sejak 1974, Jakarta diketahui telah mengalami penurunan tanah hingga 4,5 meter. Penyebab utamanya adalah penyedotan air tanah secara berlebihan yang membuat lapisan tanah mengkerut.

Baca Juga: Cara Tidur Berkualitas dengan 7 Tips Sederhana Ini, Jamin Kesehatan Anda

Kondisi ini, tentunya sangat mengkhawatirkan. Diperlukan gagasan yang luar biasa, agar dapat terhindar dari ancaman tenggelamnya kawasan pesisir Jakarta.

Mengenai persoalan tersebut, Ahmed Zaki Iskandar atau yang lebih sering dipanggil Bang Zaki punya gagasan gemilang. Calon Gubernur (Cagub) DKI dari Partai Golkar ini menawarkan solusi, salah satunya adalah dengan penanaman mangrove secara berkelanjutan.

Apakah Bang Zaki sekedar bicara? Tidak! Karena Bang Zaki sudah punya catatan sukses mengubah daerah abrasi dengan kualitas air yang menurun di kawasan Pantai Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Bang Zaki mengkomandoi penanaman hutan mangrove pada lahan seluas 26,9 hektar di kawasan itu.

Langkah itu nyatanya berhasil. Buktinya Desa Ketapang kembali produktif dengan usaha tambak karena kualitas air yang membaik.

Bahkan kepiting horseshoe atau belangkas yang termasuk langka, muncul di perairan Ketapang.

"Kita akan lakukan penanaman mangrove secara konsisten, tidak setengah-setengah. Ini yang menyebabkan abrasi, karena inkonsistensi penanaman mangrove," tutur Bang Zaki.

Baca Juga: Resep Bajigur Khas Jawa Barat, Minuman Hangat Tradisional yang Cocok Dinikmati di Musim Hujan

Pemberdayaan ekonomi juga menjadi kunci. Tanpa pemberdayaan ekonomi akan sulit untuk mengentaskan kemiskinan Masyarakat pantai.

Bang Zaki mencontohkan hasil karyanya, yaitu Ketapang Urban Aquaculture. Lokasi tersebut dijadikan tempat wisata masyarakat sekaligus menciptakan usaha baru bagi warga setempat. Banyak rumah makan atau kafe. Aktivitas nelayan juga tetap jalan, karena ikan kembali ke kawasan mangrove.

Maka wajar jika Partnerships in Environmental Management for the Seas of East Asia (PEMSEA) Network of Local Government (PNLG) atau negara-negara di kawasan Asia Timur yang punya garis pantai, mempercayai Bang Zaki Iskandar sebagai Vice President.

Bahkan karena kesuksesannya itu, Bang Zaki juga menjadi konsultan bagi negara-negara Asia Timur anggota PEMSEA, untuk pembangunan kawasan kota-kota pesisir.

“Tata kelola yang baik di kawasan pesisir bukan hal yang mudah dan memerlukan konsistensi. Juga menyadarkan Masyarakat bahwa laut dan pesisir adalah satu kesatuan yang bisa menghadirkan kehidupan yang lebih baik,” kata Bang Zaki yang menjabat Bupati Tangerang dua periode 2013-2023.

Baca Juga: Ustaz Maulana Siap Berbagi Tips Ibadah Umrah yang Aman dan Nyaman Lewat Program Islam Itu Indah

"Pada 1980-1990 itu tambak udang di pesisir pantai tidak lagi produktif. Kemudian pada 1990 beralih ke tambak bandeng hingga tahun 2000, karena kondisi air jelek jadi stunting ikan bandeng-nya. Namun sekarang akhirnya upaya kita sejak 2014 berbuah hasil," kata dia.

Karena keberhasilan menyandingkan kawasan pesisir dan memberikan banyak manfaat ekonomi bangi warganya, Kawasan Ketapang ini menjadi pusat percontohan oleh PEMSEA.

Bukan itu saja, pembangunan terintegrasi Desa Ketapang juga menjadi rujukan bagi dunia internasional yang tergabung dalam Partnerships in Environmental Management for the Seas of East Asia (PEMSEA) Network of Local Government (PNLG).

Selain itu, pria yang kini juga menjabat Ketua DPD Golkar DKI Jakarta tersebut memahami bahwa penggunaan air tanah dapat menurunkan permukaan tanah, untuk itu dirinya membangun saluran pipa komunal PDAM di daerah pesisir.

"Tanah terus turun itu karena penggunaan air tanah berlebihan. Makanya di pesisir itu kita lakukan pembangunan pipa komunal untuk mengurangi penggunaan air tanah, kita menyediakan sumber air bersih yang lebih mudah diakses oleh masyarakat," ungkap dia.

Adapun di Jakarta sendiri, upaya pencegahan masuknya air laut ke permukiman warga lewat tanggul tidak terlihat hasilnya. Justru tanggul yang mengalami kerusakan karena tidak mampu membendung air laut.

Baca Juga: Sederet Juri dan Pembicara Internasional Mengisi Festival Periklanan Citra Pariwara 2023 di Bali

Belum lagi soal pembangunan tanggul pantai atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) yang hingga kini tak kunjung selesai.

Padahal proyek ini dibangun pada saat Gubernur Jokowi dengan total panjang 37 km, dengan tanggungjawab Pemprov DKI sepanjang 19,169 km. Namun hingga Juni 2023, tanggul yang terbangun baru 8 km.

Hal ini memberikan sinyal tidak adanya keseriusan pemerintah daerah menyelesaikan persoalan pesisir.

Bang Zaki menilai, Jakarta harus memunculkan kekuatan pantai dan laut. Karena ini sangat signifikan untuk membangun sektor ekonomi.

Misalnya, membangun perekonomian di Kepulauan Seribu. Nantinya akan ada integrasi dengan ekonomi rekreasi di wilayah itu, sehingga manfaatnya merata.

Baca Juga: Link Live Streaming Jerman Vs Argentina Semifinal Piala Dunia U 17, Head To Head Bakat Muda

“Kita akan memperbaiki akses mobilitasnya dulu. Sebab jika tidak, maka potensi Kepulauan Seribu tidak akan optimal,” ungkap Bang Zaki. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.