Jakarta

Bank Jakarta Raih 3 Penghargaan di Lomba Digitalisasi Pasar, Bersaing dengan BCA hingga Mandiri dan BRI

Yasmina Nuha | 22 Agustus 2025, 13:18 WIB
Bank Jakarta Raih 3 Penghargaan di Lomba Digitalisasi Pasar,  Bersaing dengan BCA hingga Mandiri dan BRI

AKURAT JAKARTA - Dorong penerapan transaksi non-tunai di sejumlah pasar tradisional di Jakarta, Bank Jakarta raih penghargaan Mitra Perbankan dan Mitra Bank Literasi Keuangan pada ajang Lomba Digitalisasi Pasar yang turut diikuti BCA, Bank Mandiri, BRI, dan BNI.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jakarta, Pramono Anung, kepada Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo di Main Hall Pasar Tanah Abang Blok B, Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2025).

Penyerahan tersebut disaksikan oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jakarta, Yosamartha, dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Jabodebek, Edwin Nurhadi.

Baca Juga: Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs Werder Bremen di Bundesliga, 23 Agustus 2025: Ujian Berat untuk Horst Steffen

Bank Jakarta memperoleh tiga kategori penghargaan sekaligus, di antaranya sebagai Mitra Perbankan Terbaik Kategori Pasar B (Pasar Koja) dan Pasar A (Pasar Mayestik), serta sebagai Mitra Bank Literasi Keuangan Terbaik Kedua.

Lomba Digitalisasi Pasar dilakukan secara kolaboratif antara Pemprov DKI Jakarta, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia (BI).

Lomba ini bertujuan untuk mendorong pasar tradisional beralih ke sistem pembayaran digital demi menciptakan transaksi yang lebih cepat, aman, dan transparan.

Dalam sambutannya, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa digitalisasi tidak bisa dihindarkan.

Tetapi, jiika proses literasinya tidak dilombakan, para perbankannya tidak diadu, pasarnya tidak diamati, maka pasti tidak akan terjadi lompatan dan lonjakan.

"Maka ketika pada pembukaan Lomba Digitalisasi Pasar, saya tidak membayangkan bahwa kenaikannya bisa sangat signifikan. Pemakaian QRIS, termasuk transaksinya, ini menunjukkan apa yang kita lakukan bersama ini, menunjukkan kemajuan yang luar biasa," ujar Pramono.

Baca Juga: Jangan Lupa, Pesta Rakyat 2025 di Smesco: Malam Ini Ada Sal Priadi dan Vierratale, Besok Ghea Indrawari dan D’Masiv, Gratis!

Ia menambahkan, Jakarta memberikan kontribusi 16,61% terhadap GDP nasional dengan pertumbuhan 5,18%, lebih tinggi dari rata-rata nasional 5,12%. Artinya Jakarta tumbuh lebih baik. Salah satu faktor pendorongnya adalah digitalisasi.

"Dengan digitalisasi, copet berkurang, primanisme menyusut, dan pasar Tanah Abang sebagai sentra pasar ASEAN bisa kembali hidup. Karena itu saya mengapresiasi perbankan, BI, OJK, serta Pasar Jaya yang sudah berkolaborasi," kata Pramono.

"Hasilnya luar biasa, penggunaan QRIS di 20 pasar meningkat hampir 47%, NPWP pedagang juga naik signifikan, dan transaksi e-commerce melonjak lebih dari 40%," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Bank Jakarta.

Ia juga menyampaikan bahwa Bank Jakarta menjadikan Lomba Digitalisasi Pasar ini sebagai ajang untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan.

Baca Juga: Prediksi Skor Manchester City vs Tottenham Hotspur di Premier League, 23 Agustus 2025: Duel Panas Etihad Stadium

"Kami memandang digitalisasi pasar tradisional sebagai bagian dari transformasi ekosistem keuangan Jakarta," ujar Agus.

"Upaya ini tidak hanya menghadirkan kemudahan transaksi melalui QRIS dan EDC, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi para pelaku UMKM untuk masuk dalam sistem keuangan formal," tambahnya.

Bank Jakarta, tandasnya, berkomitmen menjadikan digitalisasi sebagai fondasi pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

Sebagai informasi, dari 153 pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya, sebanyak 20 pasar tradisional dijadikan lokasi percontohan.

Pasar-pasar tersebut dipilih secara acak dengan mempertimbangkan klasifikasi (kelas A, B, dan C) serta jumlah tempat usaha yang aktif.

Baca Juga: Fraksi Golkar Dukung Program Digitalisasi Pasar, Harap Pemprov Buat Regulasi Khusus

Mereka bersaing dalam beberapa kategori, yakni Program Literasi Teraktif, Digitalisasi Keuangan Terbaik, dan Akses Keuangan Termasif. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.