Harga di Pasar Cipinang Belum Stabil, Koperasi Minta Beras SPHP Digelontorkan Masif

AKURAT.CO - Untuk menjaga harga beras di pasaran tetap stabil Perum Bulog diminta menggelontorkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara masif di pasar-pasar.
Hal itu dikatakan Ketua Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Zulkfili Rasyid.
"Langkah yang tepat itu ya gelontorkan beras sebanyak mungkin. Orang minta 10 kasih 20, minta 100 kasih 200," kata Zulkifli dilansir dari Antara.
Baca Juga: Hendak Mencari Kerja di Kota Tangerang, Gadis 24 Tahun Diperkosa Teman
Sebelumnya, pedagang bernama Arianto menyebutkan harga beras jenis medium per Senin di Pasar Induk Beras Cipinang menyentuh kisaran Rp12.800-Rp13.000.
"Harga beras masih belum stabil, terutama yang jenis medium. Kisarannya Rp12.800 sampai Rp13.000," ujar Arianto.
Pada pekan lalu, kata dia melanjutkan, harga beras jenis tersebut bahkan sempat mencapai Rp13.500. Hal senada diungkapkan pula oleh dua pedagang lainnya, yaitu Ardi dan Waluyo.
Baca Juga: Terkait Tilang Elektronik Kendaraan Tak Lolos Uji Emisi, Dishub DKI Tunggu Perkembangan di Lapangan
Menurut Zulkifli, dalam beberapa waktu terakhir memang terjadi kenaikan harga beras dan belum sepenuhnya pulih hingga saat ini.
Ia menyampaikan harga normal beras jenis medium berkisar Rp11.000 sampai dengan Rp11.500.
Saat ini, Zulkifli mengatakan banyak pedagang beras yang mulai merasa resah dan mengeluh atas kenaikan harga beras itu.
Baca Juga: Setelah Mobil, Dishub DKI Juga Bakal Terapkan Tarif Parkir Tertinggi untuk Motor Tak Lolos Uji Emisi
Pada Minggu (18/9), Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi memastikan beras SPHP masuk ke gudang Food Station di Pasar Induk Beras Cipinang.
Keberadaan beras SPHP itu merupakan salah satu upaya dari Bapanas untuk meredam gejolak harga.
“Hari ini (18/9) kita pastikan beras SPHP dari Perum Bulog 500 ton masuk ke Gudang Food Station, kemudian 1.500 ton sampai sore ini juga akan masuk ke Gudang Food Station, jadi hari ini akan terdistribusikan hingga 2.000 ton," kata Arief.
Meskipun begitu, sejumlah pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang menyebutkan bahwa mereka belum menerima beras-beras tersebut.
"Belum ada. Mungkin memang belum sampai ke pedagang-pedagang di belakang ini," kata Ardi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Torino vs Udinese di Serie A, 13 Oktober 2026: Mampukah Granata Bangkit di Kandang?
- 2Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Premier League, 13 Oktober 2026: Mampukah The Sky Blues Menghentikan Dominasi The Magpies?
- 3Prediksi Skor Levante vs Sevilla di La Liga, 13 Oktober 2026: Duel Dua Tim Terluka di Ciudad de Valencia
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 5Prediksi Skor Atalanta vs Venezia di Serie A, 12 Oktober 2026: Mampukah La Dea Mengakhiri Tren Negatif?
- 6Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 8Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


