Pertamina Identifikasi Potensi 11 Miliar Barel Migas Non-Konvensional

AKURAT JAKARTA — PT Pertamina (Persero) berhasil mengidentifikasi potensi cadangan minyak mentah berskala besar di dalam negeri, khususnya dari kategori minyak dan gas bumi non-konvensional (MNK).
Temuan potensi minyak di tempat (oil in place) tersebut diperkirakan mencapai 11 miliar barel.
Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menyampaikan bahwa perusahaan saat ini tengah berupaya keras membangun ekosistem pendukung yang kuat.
Baca Juga: Pertamina dan SPBU Swasta Terpantau Kompak Naikan Harga BBM per 4 Mei 2026
Langkah ini krusial agar potensi sumber daya energi yang melimpah tersebut dapat segera diproduksi secara masif guna memperkuat ketahanan energi nasional.
"Kabar baiknya adalah baru-baru ini kami mengidentifikasi adanya 11 miliar barel oil in place untuk sektor non-konvensional," ujar Oki dalam forum Indonesian Petroleum Association (IPA) Convex yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5/2026).
Meskipun memiliki potensi yang sangat menjanjikan, Oki menggarisbawahi bahwa pengembangan bisnis migas non-konvensional ini menghadapi tantangan teknis dan investasi yang tinggi.
Pertamina memerlukan dukungan berupa regulasi dan kebijakan fiskal yang menarik dari pemerintah guna merangsang minat para investor global.
Di samping faktor regulasi, Pertamina juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai perusahaan jasa pertambangan dunia. Kerja sama ini ditujukan untuk mereplikasi kesuksesan teknologi pengelolaan ladang MNK, seperti yang telah berhasil diterapkan di Permian Basin, Amerika Serikat.
"Pekerjaan rumah kami saat ini pada dasarnya adalah bagaimana memberikan advokasi kepada pemerintah agar memiliki kebijakan fiskal yang mendukung. Setelah itu, kami akan mengundang mitra perusahaan jasa untuk bersama-sama menciptakan ekosistem industri ini," kata Oki menambahkan.
Selain fokus mengejar target eksploitasi migas non-konvensional, perusahaan minyak pelat merah ini juga tetap memprioritaskan pengelolaan lapangan-lapangan minyak tua (mature fields). Langkah penambangan komoditas ini akan dioptimalkan melalui intervensi teknologi tinggi.
Salah satu target utama Pertamina dalam waktu dekat adalah optimalisasi Lapangan Minas di Riau. Ladang minyak legendaris tersebut dilaporkan masih menyimpan potensi cadangan yang sangat besar, yakni sekitar 4 miliar barel. Pertamina berencana mendongkrak sisa cadangan tersebut melalui penerapan skema pemulihan minyak lanjutan (Enhanced Oil Recovery/EOR).(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Raker HAPPI Jatim 2026, Prof Zainul Hidayah Terpilih Jadi Ketua
- 2Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di La Liga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Rekor Buruk?
- 3Legislator Golkar Andri Santosa Ingatkan Peningkatan Modal BUMD Harus Berdampak Nyata bagi Publik
- 4Legislator Golkar Dadiyono Ungkap Warga Mulai Apatis terhadap PTSL, Pilih Urus Sertifikat Sendiri
- 5Keren! Dari Keluarga Prasejahtera ke Kancah Dunia: 7 Mahasiswa Berprestasi Dilepas Bupati Tangerang Kuliah Gratis ke Tiongkok
- 6Meski Sudah Diresmikan, 3 Stasiun LRT Jakarta Fase 1B Belum Bisa Beroperasi, Ini Penjelasan Dishub DKI
- 7Hadiri Festival Indonesia 2026 di Korea Selatan, Wagub Rano Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta - Seoul
- 8Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




