Tips Mengatur Keuangan untuk Generasi Z

AKURAT.CO - Generasi Z sangat lekat dengan teknologi dan internet, bahkan hampir semua kegiatan berkaitan dengan hal itu, mulai dari belajar, berkomunikasi, belanja, hingga berdagang.
Kemudahan akses melalui digital bisa merugikan bagi gen Z, apalagi jika tidak bijak dalam memanfaatkannya.
Misal, diskon besar-besar di market place dapat membuat generasi kelahiran 1997 - 2012 itu midah tergiur hingga kalap mata membeli diluar kebutuhan.
Baca Juga: Banyak Prestasi dan Mengerti Jakarta, Zaki Iskandar Akan Membawa Jakarta Lebih Gemilang
Dan agar lebih bijak dalam hal keuangan, ini beberapa tips mengatur keuangan untuk generasi Z!
1. Catat pengeluaran
Mencatat pengeluaran tidak hanya penting bagi mereka yang sudah menikah namun juga bagi mereka yang masih lajang.
Bagaimana Anda bisa mengatur keuangan dengan baik jika Anda tidak tahu berapa banyak pengeluaran Anda setiap bulannya?
Dengan mencatatnya, Anda akan mengetahui berapa banyak pengeluaran Anda dan apa saja yang perlu Anda batasi.
Baca Juga: Gencarkan Uji Emisi, Pemprov DKI Tambah Layanan Uji Emisi Gratis di Lokasi Ini
2. Buat rencana belanja bulanan
Setelah Anda mengetahui pengeluaran bulanan Anda, Anda perlu mengembangkan rencana pengeluaran bulanan.
Pastikan pengeluaran Anda sesuai dengan pendapatan Anda setiap bulannya.
Namun, bukan berarti Anda tidak harus memiliki anggaran untuk pembelian gaya hidup dan self reward.
Baca Juga: Ketua KADIN Jadi Ketua Tim Salah Satu Capres, Badan Pengusaha Pemuda Pancasila: Sah-Sah Saja
Tujuan mengembangkan rencana belanja adalah untuk mendorong kebiasaan yang lebih baik.
3. Batasi penggunaan kartu kredit atau debit
Cara ini penting untuk melakukan kontrol atas keuangan Anda. Daripada membayar secara kredit secara rutin, lebih baik membayar dengan uang tunai untuk membayar belanjaan dalam jumlah kecil.
Tentu saja Anda boleh memiliki kartu kredit, asalkan Anda menggunakannya dengan bijak. Pergunakanlah hanya untuk kebutuhan yang mendesak, bukan yang disebabkan oleh rasa lapar yang bersifat sementara.
4. Siapkan dana tabungan darurat
Jika Anda ingin mengamankan masa depan Anda atau jika Anda membutuhkan uang dengan cepat tanpa harus berhutang, Anda memerlukan tabungan darurat.
Penasihat keuangan merekomendasikan jumlah uang dalam dana darurat Anda harus 6 kali lipat penghasilan Anda (jika lajang) atau 12 kali lipat (jika sudah menikah).
Namun, dalam situasi yang tidak menentu seperti pandemi, jumlah dana darurat bisa dua kali lipat dari standar tersebut.
Anda bisa menyisihkan 5% penghasilan Anda untuk dana darurat setiap bulannya.
5. Mulailah menabung untuk masa pensiun
Perencanaan pensiun sebaiknya dimulai sejak dini, bahkan saat Anda masih muda. Tujuannya adalah untuk mandiri secara finansial di hari tua.
Alasannya karena kebutuhan esensial mungkin akan meningkat di kemudian hari dan Anda tidak bisa memastikan usia Anda.
Semakin dini Anda menabung untuk masa pensiun, semakin banyak uang yang Anda simpan untuk hari tua.
Oleh karena itu, penting untuk memiliki tabungan khusus untuk masa pensiun.
Misalnya saja membuka rekening khusus deposito, investasi, atau tabungan secara online yang menawarkan suku bunga bersaing.
6. Melunasi hutang
Mungkin ada saatnya Anda membutuhkan uang dengan cara berhutang atau meminjam uang dari platform peminjaman.
Hal ini membantu dalam jangka pendek, namun melunasi utang bisa menjadi sebuah tantangan. Kenyataannya adalah sebagian besar utang berbunga. Misalnya saja, jika Anda meminjam ke lebih dari 2 pihak, maka jumlah utangnya akan bertambah berkali-kali lipat.
Jadi salah satu strategi untuk mempercepat pembayaran adalah dengan fokus melunasi utangnya terlebih dahulu. Setelah Anda melunasi satu hutang, Anda dapat menggunakan uang Anda untuk melunasi hutang lainnya sampai semuanya selesai.
7. Mulailah berinvestasi
Masih belum yakin untuk berinvestasi? Mengenal investasi bisa menjadi solusi finansial, terutama di usia muda.
Dengan berinvestasi, Anda berpeluang memiliki uang yang cukup untuk masa depan. Selain itu, investasi ini juga cocok bagi Anda yang ingin mencapai kebebasan finansial.
Sebelum membeli produk investasi, Anda harus memilih dengan bijak produk mana yang sesuai dengan tujuan jangka panjang Anda.
Bagi pemula, Anda bisa memulainya dengan berinvestasi pada reksa dana atau emas yang cenderung stabil. Hindari investasi berisiko tinggi, seperti saham.
8. Menabung secara rutin
Menabung secara rutin, meski dari jumlah kecil, akan sangat membantu di kemudian hari.
Jadi mulai sekarang, sisihkan uang Anda lalu buka tabungan di bank yang Anda minati dan mulai lah rutin menabung.
Nah, itu tadi sejumlah tips mengelola keuangan untuk gen Z.
Yuk mulai sekarang bijak mengatur keuangan demi bekal finansial yang lebih baik di masa yang akan datang!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




