Jakarta

7 Museum di Jakarta Bisa Jadi Referensi Liburan Keluarga, Jalan-jalan Sambil Belajar Sejarah

Ainun Kusumaningrum | 13 Desember 2024, 13:03 WIB
7 Museum di Jakarta Bisa Jadi Referensi Liburan Keluarga, Jalan-jalan Sambil Belajar Sejarah

AKURAT JAKARTA  - Berikut  7 Museum di Jakarta Bisa Jadi Referensi Liburan Keluarga, Jalan-jalan Sambil Belajar Sejarah

Jika butuh referensi liburan di Jakarta, bisa coba lindungi museum. Selian liburan, bisa mengajarkan anak-anak.

Berikut 7 museum di Jakarta yang bisa dikunjungi bareng keluarga.

Baca Juga: Kecelakaan di Tol Depok Antasari, Truk Engkel Bermuatan Besi dengan Mitsubishi XForce, Satu Korban

1. Museum Fatahillah

Museum Fatahillah menjadi museum ikonik di Kota Tua yang merupakan Gedung Balai Kota di era pemerintahan VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie).

Arsitektur museum cantik tersebut bergaya Neoklasik yang menyerupai Istana Dam di Amsterdam.

Di sana bisa melihat koleksi-koleksi di Museum Fatahillah yang mayoritas merupakan peninggalan-peninggalan masyarakat Belanda yang bermukim di Batavia sejak awal abad XVI.

Baca Juga: Bingung Libur Nataru di Jakarta ke Mana? Bisa ke Taman Marga Satwa Ragunan, Banyak Koleksi Satwa Baru di Sana

Seperti mebel, perabot rumah tangga, senjata, keramik, peta, serta buku-buku.

Lokasi: Taman Fatahillah Nomor 1, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta.

Jam operasional: Selasa, Rabu, Kamis, dan Minggu pukul 09.00-15.00 WIB, Jumat pukul 09.00-13.30 WIB, dan Sabtu pukul 09.00-13.00 WIB.

Baca Juga: Resmi Dibuka Umum, Terowongan Silaturahim Istiqlal-Katedral Sepanjang 28,3 Meter, Tinggi 3 Meter dan Lebar 4,1 Meter

Harga tiket: dewasa Rp5.000, anak-anak atau pelajar Rp2.000, dan mahasiswa Rp3.000.

2. Museum Taman PrasastiMuseum Taman Prasasti

Museum Taman Prasasti memiliki koleksi prasasti nisan kuno masa kolonial Belanda, miniatur makam khas dari berbagai provinsi Indonesia, dan koleksi kereta jenazah antik.

Para pengunjung akan diajak kilas balik ke era penjajahan dengan nisan yang mayoritas tertulis nama orang Belanda dan patung-patung zaman Renaissance.

Lokasi: Jalan Tanah Abang I Nomor 1, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta.


Jam operasional: Selasa-Minggu pukul 09.00-15.00 WIB.

Harga tiket: dewasa Rp5.000, anak-anak atau pelajar Rp2.000, dan mahasiswa Rp3.000.

3. Museum Perumusan Naskah

Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Munasprok), dulunya merupakan tempat tinggal Laksamana Muda Tadashi Maeda.

Ia merupakan seorang perwira tinggi Angkatan Laut Kekaisaran Jepang di Hindia Belanda pada masa Perang Pasifik.

Laksamana Muda Tadashi Maeda merupakan seorang tokoh yang berperan cukup penting dalam kemerdekaan Indonesia.

Ia mengizinkan rumahnya untuk dijadikan tempat perumusan naskah proklamasi Indonesia. 

Lokasi: Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta.

Jam operasional: Selasa-Minggu pukul 09.00-15.00 WIB. Harga tiket: dewasa Rp2.000 dan anak-anak Rp1.000.

4. Museum Sasmita Loka Ahmad Yani

Museum Sasmitaloka Jenderal Ahmad Yani terdapat latung terbuat dari perunggu dengan tinggi tiga meter yang berdiri tegap sambil mengenakan seragam Angkatan Darat (AD). 

Ahmad Yani merupakan salah satu korban yang gugur di kediamannya sendiri, tertembak oleh tujuh peluru dari senapan pasukan Tjakrabirawa saat Sang Pahlawan Revolusi terjadi.

Bangunan tersebut dibiarkan sama seperti saat ditinggalkan Jenderal Ahmad Yani, tanpa mengalami banyak perubahan.

Lokasi: Jalan Lembang Nomor 67, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta.

Jam operasional: Selasa-Minggu pukul 09.00-16.00 WIB. Harga tiket: gratis.

5. Museum Sumpah Pemuda

Museum Sumpah Pemuda memiliki koleksi foto dan benda-benda yang berhubungan dengan sejarah Sumpah Pemuda 1928, serta kegiatan-kegiatan dalam pergerakan nasional kepemudaan Indonesia.

Museum Sumpah Pemuda didirikan berdasarkan S.K. Gubernur DKI Jakarta pada 1972 dan menjadi benda cagar budaya nasional.

Bangunan di Jalan Kramat Raya 106, tempat dibacakannya naskah Sumpah Pemuda, merupakan sebuah rumah pondokan untuk pelajar dan mahasiswa yang awalnya hak guna bangunannya dipegang oleh Sie Kong Lian.

Lokasi: Jalan Kramat Raya Nomor 106, Kwitang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, DKI Jakarta.

Jam operasional: Selasa-Minggu pukul 09.00-16.00 WIB.Harga tiket: dewasa Rp2.000, anak-anak atau pelajar Rp1.000, dan turis asing Rp10.000.

6. Museum Kebangkitan Nasional

Museum Kebangkitan Nasional berkaitan organisasi pergerakan modern untuk pertama kalinya, yakni Boedi Oetomo.

Sebelum bangunan ini menjadi sebuah museum, dahulu bangunan ini digunakan sebagai sebuah sekolah, yaitu School tot Opleiding van Inlandsche Artsen yang disingkat dengan nama STOVIA atau Sekolah Dokter Bumiputra.

Lokasi: Jalan Abdul Rachman Saleh Nomor 26, Senen, Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Jam operasional: Selasa-Minggu pukul 09.00-16.00 WIB. Harga tiket: Rp2.000.

7. Museum Prangko Indonesia

Museum Prangko Indonesia awalnya menyelenggarakan pameran prangko secara tetap yang didirikan atas gagasan Ibu Tien Soeharto.

Museum ini dihiasi sejumlah ukiran dan patung gaya Bali dan Jawa.Ada beberapa koleksi aneka prangko Indonesia dan luar negeri.

Lokasi: Taman Mini Indonesia Indah, Cipayung, Jakarta Timur, DKI Jakarta.

Jam operasional: setiap hari pukul 09.00-16.00 WIB.Harga tiket: dewasa Rp15 ribu. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.