Pasar Santa, Tempat Nongkrong Hits di Jakarta yang Wajib Dikunjungi

AKURAT JAKARTA - Jakarta memiliki beragam destinasi wisata yang menawarkan pengalaman berbeda, salah satunya adalah Pasar Santa.
Berlokasi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pasar ini berdiri sejak 1971 sebagai sebuah pasar tradisional sederhana yang menyuplai kebutuhan pokok harian seperti sembako, sayuran, dan bahan rumah tangga.
Pada awal berdirinya, pasar ini dikenal becek dan kumuh, tetapi menjadi jantung aktivitas ekonomi warga lokal.
Kemudian, pada 2002-2006 dilakukan renovasi besar-besaran, pasar tradisional ini dirombak menjadi pasar modern dengan bangunan tiga lantai dan fasilitas penunjang yang lebih baik .
Transformasi signifikan terjadi pada pertengahan 2014, ketika komunitas kopi, musisi, dan penggemar vinyl mulai menyewa kios di lantai atas dan mengubah konsep pasar tersebut menjadi “Santa Modern Market”.
Peresmian yang melibatkan komunitas secara resmi dilakukan pada Oktober 2014.
Baca Juga: Yuk ke Taman Ismail Marzuki! Pameran Seni Kecil Itu Keren 2025 Siap Memikat Mata dan Pikiran
Dengan biaya sewa sangat terjangkau sekitar Rp 3–3,5 juta per tahun pada waktu itu, sekitar 300-350 kios kreatif pun langsung terisi .
Saat ini, Pasar Santa dikenal sebagai pusat kreativitas yang dinamis.
Berikut beberapa keunggulan yang membuat Anda patut menyempatkan diri:
Baca Juga: Intip Keseruan Summer in Sea-tally di Jakarta Aquarium & Safari, Serasa Berlibur ke Negeri Pizza
1. Keragaman kuliner modern dan tradisional
Lantai atas dipenuhi kedai kopi spesialti, hidangan fusion, jajanan kekinian, dan budaya kuliner lokal seperti sate padang dan mie ayam, semuanya disajikan dengan konsep estetis dan harga terjangkau .
2. Ruang kreativitas dan komunitas
Baca Juga: TMII hingga Ragunan, Inilah 6 Rekomendasi Wisata Liburan Sekolah di Jakarta yang Nggak Bikin Bokek
Selain kuliner, Pasar Santa menawarkan toko vinyl, buku independen, zine, dan kerajinan tangan.
Komunitas seni, literasi, dan musik rutin mengadakan workshop, diskusi, dan pertunjukan akustik, menjadikan pasar ini tempat bertukar ide dan semangat kolaboratif .
3. Suasana urban yang hangat dan akrab
Walaupun berada di tengah Jakarta Selatan, suasana Pasar Santa tetap terasa hangat dan tidak kaku seperti mal.
Interaksi langsung antara pengunjung, penjual kreatif, dan komunitas menciptakan atmosfer kekeluargaan yang khas.
Bagi kamu yang ingin menjelajahi sudut-sudut kreatif Jakarta, Pasar Santa wajib masuk daftar kunjungan.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 8Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!









