Jakarta

5 Fakta Menarik Festival Sangiang Api 2025: Jejak Sejarah, Alam, dan Budaya

Zainal Abidin | 10 Juli 2025, 08:21 WIB
5 Fakta Menarik Festival Sangiang Api 2025: Jejak Sejarah, Alam, dan Budaya

AKURAT JAKARTA - Festival Sangiang Api 2025 menjadi sorotan baru dalam kalender pariwisata Bima karena menyajikan perpaduan unik antara sejarah, keindahan alam, dan budaya lokal yang kental.

Festival yang digelar pada 28 Juli hingga 3 Agustus inimenjadi jendela untuk mengenal lebih dekat identitas Pulau Sangiang yang kaya akan nilai sejarah dan pesona alam.

Berikut ini lima fakta menarik yang membuat Festival Sangiang Api 2025 layak masuk daftar destinasi wisata budaya tahun ini:

Baca Juga: Festival Sangiang Api 2025: Wisata Bahari dan Budaya Bima yang Siap Buat Dunia Terpesona

1. Sangiang Api tercatat dalam kitab kuno masa Majapahit

Tidak banyak yang tahu bahwa Pulau Sangiang dan Gunung Sangiang Api sudah tercatat sejak abad ke-14 dalam Negarakertagama, kitab penting dari era Majapahit.

Dalam naskah tersebut, Sangiang Api disebut sebagai bagian dari wilayah kekuasaan Majapahit di bagian timur Nusantara bersama dengan Bali, Bima, Dompu, dan daerah lainnya.

Baca Juga: Bukan Sekadar Wisata, Ini Sejarah Unik Rumah Si Pitung yang Perlu Kamu Tahu

Hal ini menjadi bukti bahwa Pulau Sangiang sebagai kawasan bersejarah yang sejak dulu sudah memiliki peran penting dalam peta peradaban Indonesia.

2. Gunung Sangiang Api termasuk gunung berapi paling aktif di Indonesia

Gunung Sangiang Api dikenal sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di gugusan Kepulauan Sunda Kecil.

 Baca Juga: Tips Anti Gagal Me Time, Begini Tips Healing Sendirian yang Efektif

Gunung ini merupakan bagian dari Ring of Fire dan tercatat telah meletus beberapa kali, yaitu pada tahun 1512, 1985, 1987, 1998, 2012, dan 2014.

Letusan terbesar terjadi pada tahun 1985 yang memaksa warga mengungsi ke Sangiang Darat.

Meski aktif, gunung ini tetap menjadi daya tarik wisata petualangan dan studi geologi yang sangat menarik.

 Baca Juga: Biar Nggak Burnout, Ini Rekomendasi Kota-kota untuk Healing Sendirian Anti Ribet

3. Habitat alami rusa dan menjangan terbanyak kedua di Bima

Pulau Sangiang dikenal sebagai salah satu habitat terbesar bagi rusa dan menjangan di wilayah Bima.

Populasinya disebut hanya kalah banyak dari yang berada di sekitar Gunung Tambora.

 Baca Juga: Mulai Rp439 Ribu, Liburan ke Malaysia Jadi Makin Terjangkau! Ini Rute dan Tipsnya

4. Festival ini sudah beberapa kali digelar sebelumnya

Festival Sangiang Api bukanlah acara yang baru muncul di tahun 2025.

Sebelumnya, festival ini telah dilaksanakan pada tahun 2015, 2017, 2018, dan 2019.

 Baca Juga: Social Chic 2025: Festival Musik dan Fashion Digelar di GBK pada 1-3 Agustus, Berikut Daftar Artis dan Harga Tiketnya

Kehadirannya kembali di tahun ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dan masyarakat lokal dalam melestarikan budaya sekaligus memajukan sektor wisata.

5. Pulau Sangiang adalah lokasi pembuatan kapal phinisi berkualitas tinggi

Selain dikenal lewat keindahan alam dan budaya, Pulau Sangiang juga terkenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk pembuatan kapal phinisi.

 Baca Juga: Disney Adventure Hadir di Grand Indonesia, Liburan Sekolah Jadi Lebih Ajaib!

Kemampuan masyarakat lokal dalam membangun kapal kayu tradisional ini diakui secara nasional.

Inilah yang membuat Sangiang tidak hanya menjadi tempat yang indah, tapi juga memiliki nilai ekonomi dan tradisi maritim yang kuat.

Melalui lima fakta menarik ini, Festival Sangiang Api 2025 tidak hanya menjadi perayaan budaya biasa, tetapi juga pengingat akan kekayaan sejarah dan alam Indonesia Timur yang patut dijaga dan diperkenalkan ke dunia.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.