Jakarta

Dieng Culture Festival 2025 XV Digelar Tanpa Gemerlap Panggung Artis tapi Tetap Tawarkan Pesona Budaya Sejati

Zainal Abidin | 20 Juli 2025, 17:43 WIB
Dieng Culture Festival 2025 XV Digelar Tanpa Gemerlap Panggung Artis tapi Tetap Tawarkan Pesona Budaya Sejati

AKURAT JAKARTA - Pagelaran Dieng Culture Festival (DCF) XV 2025 siap kembali digelar pada 23-24 Agustus mendatang di Kompleks Candi Arjuna, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Salah satu hal yang membuat gelaran DCF XV kali ini menarik perhatian adalah keputusannya untuk tidak menampilkan Jazz Atas Awan, sebuah pertunjukan musik ikonik yang selama ini menjadi daya tarik utama.

Sebagai gantinya, kamu akan disuguhkan dengan pengalaman berbeda melalui Orchestra Symphony Dieng, yang menyatu dengan tema tahun ini, “Back to The Culture.”

Baca Juga: Museum Nasional Indonesia: Gerbang Waktu Menuju Sejarah Nusantara

Dalam konferensi persnya, Ketua Pokdarwis Dieng Pandawa, Alif Faozi, menyampaikan bahwa keputusan tersebut lahir dari keinginan untuk mengembalikan jati diri DCF sebagai festival budaya, bukan sekadar konser musik.

“Jazz Atas Awan kami tiadakan dan digantikan dengan Orchestra Symphony Dieng. Kami ingin memberi nuansa baru yang tetap bernapas budaya lokal,” ujarnya.

Festival ini juga akan menampilkan ritual sakral pencukuran rambut anak berambut gimbal yang sudah menjadi agenda utama setiap tahun.

Baca Juga: Pecinta Layang-layang Wajib Datang! Jogja Kite Festival 2025 Segera Hadir di Penghujung Bulan Juli

Selain itu, peluncuran resmi DCF XV akan digelar lebih awal pada 26-27 Juli 2025, bersamaan dengan Geothermal Festival dan Dieng Fun Walk.

Menariknya, rute jalan santai ini menawarkan dua pilihan jarak: 5 km dan 10 km.

DCF XV terbuka untuk umum, namun hanya dua titik yang dibatasi, yaitu saat ritual cukur rambut gimbal dan pertunjukan orkestra.

Baca Juga: Catat! Sujiwo Tejo, Float hingga Iksan Skuter Bakal Meriahkan Kolakarya 2025 di Pos Bloc Jakarta Besok Siang, Gratis untuk Umum

Sementara itu, dua panggung lainnya, yaitu Panggung Sembadra dan Panggung Gatotkaca, tetap bisa kamu nikmati secara bebas.

Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menyampaikan dukungan penuhnya terhadap pelaksanaan DCF XV sebagai bentuk promosi budaya dan pariwisata daerah.

Ia bahkan mengajak masyarakat untuk hadir langsung, “Kalau tidak datang, saya jamin menyesal,” tegasnya.

Baca Juga: Jalur Gunung Semeru Ditutup Agustus Ini, Catat Tanggal dan Alasannya

Keputusan untuk memisahkan Jazz Atas Awan dari DCF sendiri datang sebagai respons atas kritik publik.

Beberapa pengunjung lebih fokus pada siapa artis yang tampil ketimbang nilai-nilai budaya yang ditonjolkan.

Oleh karena itu, panitia berkomitmen menjadikan DCF XV sebagai ajang yang benar-benar kembali kepada akar budayanya.

Baca Juga: Gratis! Marvel Studios Gelar Pertunjukan Drone Terbesar The Sky Lights Up di Jakarta pada Selasa Lusa, Terinspirasi Film Fantastic Four: First Steps

Tahun ini, DCF juga tidak masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2025, berbeda dengan tahun sebelumnya yang berhasil masuk 10 besar KEN 2024.

Namun, Pokdarwis justru menjadikan ini sebagai momen untuk menilai kembali esensi dan arah acara ke depannya.

Bila respons wisatawan tetap tinggi, tidak menutup kemungkinan DCF akan kembali masuk KEN di tahun berikutnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.