Relokasi Pasar hingga Padel Gratis, Cerita Lengkap Lahirnya Taman Bendera Pusaka di Kawasan Blok M

AKURAT JAKARTA - Taman Bendera Pusaka kembali menarik perhatian publik setelah rencana penyatuan tiga taman besar di kawasan Blok M diumumkan secara resmi.
Banyak orang penasaran bagaimana proyek Taman Bendera Pusaka ini akan mengubah wajah ruang hijau di Jakarta Selatan.
Kamu yang sering melintas di sekitar Blok M mungkin sudah sering mendengar nama Taman Bendera Pusaka, namun belum sepenuhnya memahami skala besar proyek ini.
Rencana penggabungan ini bukan sekadar penataan taman biasa, tetapi transformasi ruang publik yang akan memperluas ruang gerak dan rekreasi warga.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan bahwa tiga taman ikonis—Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser—akan dilebur menjadi satu RTH terpadu bernama Taman Bendera Pusaka.
Proyek ini dirancang untuk menghadirkan ruang hijau lebih luas dan lebih terintegrasi, ditunjang jalur pedestrian dan jembatan penghubung yang membuat warga bisa menikmati seluruh area secara utuh.
Baca Juga: Dari Bakmi sampai Italia Autentik, Ini Kuliner Viral Kemang yang Ramai di TikTok
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sudah menetapkan tanggal pembukaan pada 9 Februari 2026, dengan konsep taman yang tidak hanya hijau tetapi juga aktif dan multifungsi.
“Di daerah ini akan ada tempat baru untuk orang bisa berolahraga dengan jogging track sepanjang 1,2 kilometer. Itu lebih luas daripada putaran GBK,” kata Pramono saat menghadiri pembukaan Fairview Hotel di Jakarta Selatan, Sabtu (15/11/2025).
Selain jogging track, taman ini juga akan dilengkapi arena bermain anak, amphitheater, hingga lapangan padel gratis yang bisa kamu nikmati tanpa biaya.
Pemerintah ingin memastikan taman ini menjadi sarana rekreasi yang inklusif, ramah keluarga, dan mudah diakses warga.
Meski sempat mendapat penolakan dari sebagian pedagang Pasar Barito, Pramono menegaskan bahwa pembangunan RTH ini dilakukan demi kepentingan publik dan peningkatan kualitas lingkungan.
Para pedagang juga diberikan opsi relokasi, salah satunya ke Sentra Fauna di Stasiun Lenteng Agung, yang kini telah dilengkapi wahana edukasi satwa dan fasilitas konservasi.
Area seluas 7.000 meter persegi tersebut disiapkan sebagai pasar hewan modern yang higienis dan ramah lingkungan.
“Sudah kami gratiskan (lahan) selama enam bulan, termasuk listrik dan air karena orang-orang yang pindah ke tempat baru itu pasti butuh adaptasi. Demikian cara saya membangun Jakarta,” ujarnya.
Dengan berbagai fasilitas baru dan pendekatan relokasi yang terukur, pemerintah berharap Taman Bendera Pusaka menjadi ikon ruang terbuka hijau baru yang lebih nyaman untuk kamu dan seluruh warga kota. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




