Jakarta

Keajaiban Desa Jono, Wisata Edukasi Garam Unik dari Tengah Daratan

Zainal Abidin | 4 Februari 2026, 11:15 WIB
Keajaiban Desa Jono, Wisata Edukasi Garam Unik dari Tengah Daratan

AKURAT JAKARTA - Desa Jono di Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, menyimpan potensi wisata yang sangat unik dan berbeda dari daerah lain.

Siapa pun yang datang ke desa ini akan langsung melihat pemandangan deretan bilah bambu panjang yang tersusun rapi di bawah terik matahari.

Bilah-bilah bambu itu bukan hiasan biasa, melainkan media utama dalam proses pembuatan garam tradisional khas Desa Jono.

Baca Juga: Desa Wisata Jatijajar Depok, Destinasi Wisata Alam Menenangkan

Keunikan Desa Jono terletak pada sumber garamnya yang berasal dari sumur air tanah asin dan bukan dari air laut.

Fenomena sumur asin di tengah daratan ini sudah ada sejak lama dan menjadi sumber kehidupan bagi banyak warga setempat.

Air asin dari sumur tua dialirkan ke belahan bambu yang disebut klakah, kemudian dijemur hingga mengkristal menjadi butiran garam.

Baca Juga: Delapan Ikon Budaya Betawi yang Wajib Dikenal Warga Jakarta

Proses sederhana tersebut dilakukan secara alami hanya dengan bantuan panas matahari tanpa menggunakan mesin modern.

Teknik pembuatan garam seperti ini sudah diwariskan turun-temurun sejak zaman penjajahan Belanda hingga generasi sekarang.

Garam yang dihasilkan memiliki warna putih bersih dengan rasa gurih yang khas dan berbeda dari garam laut pada umumnya.

Baca Juga: Pariwisata Indonesia Bangga! Bukittinggi Bersinar di ASEAN Usai Raih Penghargaan Bergengsi

Banyak orang percaya bahwa Garam Jono mengandung mineral alami yang membuat rasanya lebih pekat dan tidak terasa getir.

Keunikan inilah yang membuat garam tradisional Desa Jono tetap diminati meskipun diproduksi dengan cara sederhana.

Hasil produksi garam biasanya dijual dalam kemasan kiloan dan dipasarkan melalui para bakul yang datang langsung ke desa.

Baca Juga: Kenapa Kota Tua Jakarta Dipilih Jadi Lokasi Syuting Lisa BLACKPINK? Ini Keistimewaannya

Selain menjadi mata pencaharian warga, proses pembuatan garam ini juga memiliki nilai edukasi yang sangat menarik untuk dipelajari.

Pengunjung dapat melihat langsung bagaimana air sumur asin diolah menjadi garam dengan metode tradisional yang ramah lingkungan.

Dengan segala keunikannya, Desa Jono sangat berpotensi dikembangkan sebagai desa wisata edukatif yang berbasis kearifan lokal.

Baca Juga: Panduan Praktis Wisata ke Kota Tua Jakarta agar Liburan Lebih Nyaman

Wisatawan tidak hanya menikmati suasana pedesaan yang tenang, tetapi juga memperoleh pengalaman baru yang sulit ditemukan di tempat lain.

Pemerintah daerah dan masyarakat setempat kini mulai melihat peluang besar untuk menjadikan garam Jono sebagai daya tarik wisata unggulan.

Melalui pengembangan yang tepat, Desa Jono dapat menjadi destinasi wisata baru yang membanggakan Kabupaten Grobogan dan Jawa Tengah. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.