Jakarta

Referensi Jelajah Wisata 1 Hari di Pasar Baru Jakarta: Perjalanan ke Bangunan Bersejarah di Pusat Kota

Ani Nur Iqrimah | 5 Mei 2024, 11:30 WIB
Referensi Jelajah Wisata 1 Hari di Pasar Baru Jakarta: Perjalanan ke Bangunan Bersejarah di Pusat Kota

AKURAT JAKARTA  - Kita akan memulai perjalanan ini dari Halte TJ Pasar Baru. Setelah itu, kita akan berjalan sekitar 40 meter untuk menemukan gapura Pasar Baru, yang merupakan contoh arsitektur Belanda kuno.

Pasar Baru, atau Passer Baroe, didirikan pada tahun 1820 sebagai tambahan dari deretan pasar besar di Jakarta.

Di sini, kita dapat mengamati gaya arsitektur Belanda yang terlihat pada bangunan-bangunan di Pasar Baru.

Baca Juga: Inovasi Perekrutan Karyawan Berbasis AI, TKG Taekwang Gandeng Jobseeker Company

Pasar Baru kini lebih dikenal sebagai destinasi wisata belanja dan kuliner, yang memiliki daya tarik unik yang sulit ditemukan di tempat lain.

Setelah menjelajahi Pasar Baru, kita akan melanjutkan perjalanan ke bangunan bersejarah berikutnya yang masih berada di kawasan Pasar Baru.

Kita akan berjalan menyusuri Jalan Pasar Baru dan Jalan Kelinci Raya hingga sampai di Jalan Gereja Ayam, tempat kita akan menemukan Gereja Ayam.

Baca Juga: Sinopsis Drakor Nine Puzzles, Drama Korea Crime Thriller Terbaru Kim Dami dan Son Sukku

Gereja ini aslinya dikenal sebagai Gereja PNIEL, tetapi sering disebut Gereja Ayam karena di atas bangunannya terdapat patung ayam.

Gereja Ayam didirikan pada tahun 1913 sebagai sindiran terhadap beberapa pejabat Belanda yang tidak mengizinkan masyarakat umum untuk beribadah di gereja Immanuel Gambir.

Kemudian, kita akan berjalan sekitar 800 meter atau sekitar 10 menit menyeberangi Jalan Pos untuk mencapai destinasi berikutnya, yaitu Gedung Kesenian Jakarta.

Baca Juga: GRATIS! Semarang Night Carnival 2024, Malam Ini. Ada Tari Kolosal hingga Wayang On The Street, Berikut Rundown dan Lokasi Acaranya

Gedung ini sering digunakan sebagai tempat pertunjukan seni, seperti tari atau teater, dan berbagai acara seni lainnya.

Di sebelah Gedung Kesenian Jakarta, kita dapat beristirahat sejenak di Gedung Blok POS atau Gedung Filateli, yang juga merupakan contoh arsitektur Belanda.

Di sini, terdapat kedai kopi yang menyediakan tempat santai untuk beristirahat, serta ruang workshop atau pameran yang bisa dikunjungi oleh umum.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.