Warga Magelang Merapat! Suran Fest IX Resmi Dibuka, Ada Kirab 1000 Tumpeng hingga Pentas Tari dari 26 Sanggar, Cek Jadwal dan Lokasinya

AKURAT JAKARTA - Penggemar seni dan budaya ayo merapat! Perayaan tahunan Suran Fest IX akan kembali digelar di Dusun Sowanan, Ngablak, Magelang, Jawa Tengah.
Kegiatan yang berfokus pada pelestarian kesenian dan budaya ini akan berlangsung tiga hari, mulai kemarin hingga besok, Sabtu 28 Juni 2025.
Festival ini menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat budaya lokal, khususnya dalam menyambut malam 1 Suro, yang oleh masyarakat Jawa dianggap sakral.
Agenda pertama dimulai pada Kamis, 26 Juni 2025, pukul 20.00 WIB, melalui kegiatan Sarasehan.
Acara ini berupa seminar yang menghadirkan para ahli untuk membahas makna filosofis dari tradisi Suran.
Peserta mendapatkan wawasan baru mengenai bagaimana nilai-nilai Suran dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Hari ini, Jumat 27 Juni 2025, pukul 13.00 hingga 16.00 WIB, masyarakat akan mengikuti Kirab 1000 Tumpeng.
Tradisi ini melibatkan warga dari Dusun Sowanan, Kuncen, dan Ngablak. Mereka membawa berbagai jenis tumpeng sebagai bentuk sedekah bumi.
Pawai ini mencerminkan ungkapan syukur kepada Tuhan sekaligus menjadi ajang silaturahmi warga. Dilanjutkan dengan makan bersama sebagai simbol kebersamaan.
Baca Juga: Farmhouse Lembang: Wisata Bernuansa Eropa yang Cocok untuk Liburan Sekolah
Masih di hari yang sama, kegiatan dilanjutkan dengan Seni Tari Latar mulai pukul 16.00 hingga tengah malam. Sekitar delapan kelompok seni akan tampil dengan berbagai genre tari.
Para penampil berasal dari sanggar-sanggar lokal maupun dari daerah lain, termasuk yang telah berpengalaman di ajang internasional.
Pentas Tari kembali dilanjutkan pada Sabtu, 28 Juni 2025, pukul 10.00 hingga 24.00 WIB.
Ini merupakan puncak perayaan 1 Suro, yang akan menampilkan 18 kelompok seni. Mereka akan mempersembahkan pertunjukan tari dengan skala lebih besar.
Suran Fest IX tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana bagi generasi muda dan pelaku seni untuk mengekspresikan diri dalam pelestarian budaya Jawa.
Festival ini menekankan pentingnya melestarikan identitas budaya sebagaimana filosofi “Wong Jowo Ojo Ilang Jawane”.
Baca Juga: Kaya Isoflavon, Susu Kedelai Punya Manfaat Dahsyat untuk Kesehatan Pria dan Wanita
Festival ini bersifat terbuka dan digelar untuk seluruh lapisan masyarakat yang ingin menyaksikan langsung kekayaan budaya lokal.
Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan detail acara, masyarakat dapat mengunjungi akun media sosial resmi penyelenggara. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






