Keajaiban Desa Jono, Wisata Edukasi Garam Unik dari Tengah Daratan

AKURAT JAKARTA - Desa Jono di Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, menyimpan potensi wisata yang sangat unik dan berbeda dari daerah lain.
Siapa pun yang datang ke desa ini akan langsung melihat pemandangan deretan bilah bambu panjang yang tersusun rapi di bawah terik matahari.
Bilah-bilah bambu itu bukan hiasan biasa, melainkan media utama dalam proses pembuatan garam tradisional khas Desa Jono.
Baca Juga: Desa Wisata Jatijajar Depok, Destinasi Wisata Alam Menenangkan
Keunikan Desa Jono terletak pada sumber garamnya yang berasal dari sumur air tanah asin dan bukan dari air laut.
Fenomena sumur asin di tengah daratan ini sudah ada sejak lama dan menjadi sumber kehidupan bagi banyak warga setempat.
Air asin dari sumur tua dialirkan ke belahan bambu yang disebut klakah, kemudian dijemur hingga mengkristal menjadi butiran garam.
Baca Juga: Delapan Ikon Budaya Betawi yang Wajib Dikenal Warga Jakarta
Proses sederhana tersebut dilakukan secara alami hanya dengan bantuan panas matahari tanpa menggunakan mesin modern.
Teknik pembuatan garam seperti ini sudah diwariskan turun-temurun sejak zaman penjajahan Belanda hingga generasi sekarang.
Garam yang dihasilkan memiliki warna putih bersih dengan rasa gurih yang khas dan berbeda dari garam laut pada umumnya.
Baca Juga: Pariwisata Indonesia Bangga! Bukittinggi Bersinar di ASEAN Usai Raih Penghargaan Bergengsi
Banyak orang percaya bahwa Garam Jono mengandung mineral alami yang membuat rasanya lebih pekat dan tidak terasa getir.
Keunikan inilah yang membuat garam tradisional Desa Jono tetap diminati meskipun diproduksi dengan cara sederhana.
Hasil produksi garam biasanya dijual dalam kemasan kiloan dan dipasarkan melalui para bakul yang datang langsung ke desa.
Baca Juga: Kenapa Kota Tua Jakarta Dipilih Jadi Lokasi Syuting Lisa BLACKPINK? Ini Keistimewaannya
Selain menjadi mata pencaharian warga, proses pembuatan garam ini juga memiliki nilai edukasi yang sangat menarik untuk dipelajari.
Pengunjung dapat melihat langsung bagaimana air sumur asin diolah menjadi garam dengan metode tradisional yang ramah lingkungan.
Dengan segala keunikannya, Desa Jono sangat berpotensi dikembangkan sebagai desa wisata edukatif yang berbasis kearifan lokal.
Baca Juga: Panduan Praktis Wisata ke Kota Tua Jakarta agar Liburan Lebih Nyaman
Wisatawan tidak hanya menikmati suasana pedesaan yang tenang, tetapi juga memperoleh pengalaman baru yang sulit ditemukan di tempat lain.
Pemerintah daerah dan masyarakat setempat kini mulai melihat peluang besar untuk menjadikan garam Jono sebagai daya tarik wisata unggulan.
Melalui pengembangan yang tepat, Desa Jono dapat menjadi destinasi wisata baru yang membanggakan Kabupaten Grobogan dan Jawa Tengah. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UNL, 28 September 2026: Duel Penentu Kemenangan Kedua di Yerevan
- 2Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe di UNL, 29 September 2026: Duel Ketat Minim Gol di Chisinau
- 3Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 4Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UNL, 28 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit di Tbilisi?
- 5Prediksi Skor Belgia vs Prancis di UNL, 29 September 2026: Tanpa Mbappe, Les Bleus Diuji di Brussels
- 6Prediksi Skor Turki vs Italia di UNL, 29 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Tertekan
- 7Prediksi Skor Irlandia Utara vs Hungaria di UNL, 29 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Lanjutkan Momentum Kemenangan?
- 8Prediksi Skor Latvia vs Siprus di UNL, 28 September 2026: Duel Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



