Bukan Sekadar Jalan-Jalan, Ternyata Ini 5 Gaya Liburan yang Paling Digemari Traveler Masa Kini

AKURAT JAKARTA - Liburan tidak lagi selalu identik dengan perjalanan jauh atau mengunjungi banyak tempat wisata.
Seiring perubahan gaya hidup, setiap orang kini memiliki cara berbeda untuk menikmati waktu istirahat.
Ada yang mencari petualangan, ada yang mengutamakan kenyamanan, dan ada pula yang hanya ingin memulihkan energi dari rutinitas yang padat.
Beragam kebutuhan tersebut melahirkan berbagai tren perjalanan yang semakin populer di kalangan traveler.
Mulai dari liburan hemat hingga wisata yang berfokus pada kualitas tidur, semuanya memiliki daya tarik tersendiri.
Berikut lima gaya liburan yang paling diminati saat ini.
1. Backpacker
Backpacking merupakan gaya liburan yang mengandalkan anggaran terbatas, tetapi kaya pengalaman.
Para backpacker biasanya menggunakan transportasi umum, menginap di hostel, dan menikmati kuliner lokal untuk menghemat biaya.
Bagi mereka, perjalanan adalah kesempatan untuk belajar hal baru, bertemu banyak orang, dan keluar dari zona nyaman.
2. Flashpacker
Flashpacker cocok untuk kamu yang menyukai petualangan ala backpacker, tetapi tetap menginginkan kenyamanan.
Mereka biasanya memilih penerbangan yang lebih praktis dan akomodasi yang lebih nyaman dibanding hostel.
Selain itu, flashpacker identik dengan penggunaan teknologi seperti laptop, kamera, dan perangkat digital lainnya selama perjalanan.
Baca Juga: Jangan Sampai Salah Jadwal, Gunung Gede Pangrango Tutup Sementara untuk Ajang Internasional
=====
3. Staycation
Staycation menjadi pilihan populer bagi mereka yang ingin berlibur tanpa bepergian jauh.
Aktivitas ini biasanya dilakukan dengan menginap di hotel atau vila yang berada di dalam kota atau dekat tempat tinggal.
Fokusnya adalah beristirahat, menikmati fasilitas penginapan, dan melepas penat dari rutinitas sehari-hari.
4. Microcation
Microcation adalah liburan singkat selama dua hingga empat hari yang memanfaatkan akhir pekan panjang atau hari libur nasional.
Gaya ini banyak dipilih pekerja yang memiliki waktu terbatas, tetapi tetap ingin menikmati suasana baru tanpa mengambil cuti panjang.
5. Sleep Tourism
Sleep tourism menjadi tren yang semakin populer di tengah tingginya tingkat stres masyarakat modern.
Berbeda dengan liburan biasa, tujuan utamanya adalah mendapatkan istirahat dan kualitas tidur yang lebih baik.
Karena itu, traveler biasanya memilih hotel atau resor yang menyediakan fasilitas khusus seperti kamar kedap suara, kasur premium, dan suasana yang mendukung relaksasi.
Munculnya berbagai gaya liburan ini menunjukkan bahwa kebutuhan traveler semakin beragam.
Apa pun pilihannya, yang terpenting adalah menemukan cara berlibur yang membuat kamu merasa nyaman dan kembali beraktivitas dengan energi yang lebih segar. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Austria di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Dardanet Balas Kekalahan?
- 2Catat! 12 Spot Nobar Gratis Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Tangerang Raya, Cek Lokasinya Di Sini
- 3Prediksi Skor Azerbaijan vs Lithuania di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Malta vs Andorra di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Dominasi?
- 5Info Lokasi Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Jakarta - Bandung, Cek di Sini!
- 6Prediksi Skor Belanda vs Serbia di UNL, 5 Oktober 2026: Oranje Incar Kemenangan Kedua
- 7Prediksi Skor Portugal vs Norwegia di UNL, 5 Oktober 2026: Duel Seru di Porto
- 8Prediksi Skor Yunani vs Jerman di UNL, 5 Oktober 2026: Mampukah Pasukan Klopp Membalas Kekalahan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





