Jangan Sampai Salah Jadwal, Gunung Gede Pangrango Tutup Sementara untuk Ajang Internasional

AKURAT JAKARTA - Bagi kamu yang berencana mendaki Gunung Gede Pangrango atau berwisata ke kawasan taman nasional tersebut pada akhir Juli 2026, ada informasi penting yang perlu diketahui.
Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) mengumumkan penutupan sementara seluruh kawasan wisata dan jalur pendakian selama beberapa hari.
Kebijakan ini dilakukan bukan tanpa alasan.
Selain untuk mendukung penyelenggaraan ajang lari lintas alam bertaraf internasional, pengelola juga akan memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan pembenahan sejumlah fasilitas di kawasan taman nasional.
Karena itu, masyarakat diminta menyesuaikan jadwal kunjungan agar tidak terkendala saat penutupan berlangsung.
Penutupan sementara akan berlaku mulai 23 hingga 29 Juli 2026.
Selama periode tersebut, baik jalur pendakian maupun area wisata di dalam kawasan TNGGP tidak dapat diakses oleh pengunjung umum.
Keputusan tersebut mengacu pada Surat Edaran Nomor 11 dan 12 Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Balai Besar TNGGP.
Penutupan dilakukan karena kawasan tersebut akan digunakan sebagai lokasi penyelenggaraan Jakarta Open Trail Run (JOTR) sekaligus rangkaian kegiatan South East Asia Trail Running Confederation yang diikuti peserta dari berbagai daerah hingga mancanegara.
Humas Balai Besar TNGGP, Agus Deni, menjelaskan bahwa seluruh jalur pendakian akan difokuskan untuk kebutuhan pelaksanaan kompetisi selama satu pekan penuh.
"Penutupan dilakukan selama satu pekan penuh, sehingga tidak ada pendaki atau wisatawan yang masuk jalur pendakian karena jalur dikhususkan untuk peserta JOTR," kata Agus dikutip dari Antara, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, kegiatan internasional tersebut akan berlangsung selama tujuh hari dengan melibatkan peserta dari dalam dan luar negeri.
Oleh karena itu, akses umum ke jalur pendakian harus ditutup demi menjaga kelancaran dan keamanan acara.
Selain mendukung penyelenggaraan kompetisi, pihak pengelola taman nasional juga akan melakukan perbaikan terhadap sejumlah fasilitas yang mengalami kerusakan.
Kerusakan tersebut ditemukan di beberapa titik sepanjang jalur pendakian dan perlu segera ditangani agar tetap aman digunakan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Bukan Sekadar Bertengkar, Ini 6 Ciri Rumah Tangga Sedang di Ujung Tanduk
=====
Balai Besar TNGGP memastikan tidak akan ada proses penjadwalan ulang pendakian maupun pengembalian biaya pendaftaran.
Hal ini karena sistem pendaftaran pendakian secara daring untuk periode tersebut memang belum dibuka sebelum pengumuman penutupan diterbitkan.
Masyarakat yang sudah merencanakan perjalanan pada tanggal tersebut disarankan memilih waktu kunjungan lain setelah kegiatan selesai dilaksanakan.
Selama masa penutupan, sistem reservasi online juga tidak akan beroperasi.
"Bagi calon pendaki dan wisatawan kami sarankan melakukan pendaftaran secara daring setelah kegiatan selesai, selama penutupan jalur pendakian akan diawasi ketat oleh petugas termasuk melibatkan masyarakat sekitar," katanya.
Pengawasan selama masa penutupan akan diperketat dengan melibatkan petugas taman nasional serta masyarakat sekitar kawasan.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah adanya pelanggaran berupa pendakian ilegal atau kunjungan tanpa izin.
Agus juga mengingatkan agar seluruh calon pendaki dan wisatawan mematuhi aturan yang berlaku.
Pengunjung yang nekat memasuki kawasan selama masa penutupan berpotensi dikenai sanksi tegas.
Dia berharap selama penutupan berlangsung tidak ada pendaki maupun wisatawan yang mencoba melanggar ketentuan yang telah ditetapkan.
Selain tindakan hukum sesuai aturan yang berlaku, pelanggar juga berisiko masuk daftar hitam pendakian sehingga tidak dapat melakukan aktivitas pendakian di taman nasional lain di Indonesia.
Dengan adanya penutupan sementara ini, kamu yang ingin menikmati keindahan Gunung Gede Pangrango sebaiknya mengatur ulang jadwal perjalanan dan melakukan pendaftaran setelah kawasan kembali dibuka untuk umum. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di UNL, 27 September 2026: Mampukah The Falcons Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





